Terima Laporan Warganya Hilang Kontak di Arab Saudi, Disnakertrans KBB Klaim Tengah Berupaya Mencari Atikah

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) angkat suara terkait adanya Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Sekip, RT 01/08, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat yang hilang kontak dengan keluarganya.

Terima Laporan Warganya Hilang Kontak di Arab Saudi, Disnakertrans KBB Klaim Tengah Berupaya Mencari Atikah
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) angkat suara terkait adanya Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Sekip, RT 01/08, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat yang hilang kontak dengan keluarganya./istimewa

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) angkat suara terkait adanya Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Sekip, RT 01/08, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat yang hilang kontak dengan keluarganya.

Diberitakan sebelumnya, kabar adanya Pekerja Migrasi Indonesia (PMI) yang hilang kontak saat bekerja di luar negeri kembali menimpa warga Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Nasib malang itu menimpa atikah Binti Nuryadi (49) warga Kampung Sekip RT01/08, Desa/Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kabar tersebut dibenarkan anak Atikah, yakni Dery Ramandika (29) yang mengaku tak pernah mendengar secara langsung dari sang ibu selama hampir dua tahun terakhir.

Menurutnya, Atikah hilang kontak sejak diketahui PMI dan menjadi asisten rumah tangga (ART) di Arab Saudi.

Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT), Disnakertrans KBB, Dewi Andhani mengaku telah menerima laporan warganya yang hilang kontak di Arab Saudi.

Pihaknya pun tengah berupaya untuk mencari keberadaan dan memulangkan PMI itu dengan bersurat ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Lagi diproses suratnya ke Kemenlu dan di tembuskan ke Dinas Tenaga Kerja (Jawa Barat), BP3MI (Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) dan Kemenaker," kata Dewi saat dikonfirmasi, Selasa 16 Juli 2024.

Dewi menjelaskan, bila melihat laporan yang diterima pihaknya, yang bersangkutan diduga kuat berangkat ke luar negeri dengan menjadi PMI secara ilegal. 

Apalagi, PMI yang bernama Atikah itu diketahui berangkat menggunakan visa ziarah.

"Iya pasti ilegal kalau ada masalah. Jadi tidak ada yang bertanggungajawab," ucapnya.

Anak Atikah, Dery Ramandika (29) menuturkan awal mula sang ibu yang berniat bekerja di Arab Saudi pada Mei 2022 silam. 

Dirinya mengakui pihak keluarga tak mengizinkan ibunya berangkat. Namun, dia kaget lantaran tiba-tiba mengetahui ibunya sudah berada di Arab Saudi awal Juni 2022. 

"Saya gak mengizinkan, awal Juni udah di Cianjur bilangnya lagi main sama uwak jadi curiga awalnya, tau-tau udah di Dubai," ujarnya.

"Gak ada yang nganter. Saya bingung siapa yang mengizinkan," ungkap Dery.

Mengetahui Atikah sudah berada di Arab Saudi dari ibunya langsung karena awalnya masih bisa kerkomunikasi. Kepada Dery, sang ibu secara resmi melalui sponsor atau perusahaan. Namun, Dery sempat curiga karena ibunya tak langsung disalurkan ke majikannya.

Apalagi ia mengetahui bahwa ibunya berangkat menjadi PMI hanya menggunakan visa ziarah. Hal itu membuat Dery semakin curiga ibunya berangkat secara ilegal dan diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Saya curiga awalanya saya nanya ke mamah pakai visa paspor apa. Pakai visa ziarah. Kan itu ilegal, aduh ini bahaya," tuturnya.

Enam bulan kemudian setelahnya, Dery hilang kontak dengan ibunya. Awalnya ia masih berfikir positif karena ibunya pernah mengatakan sibuk mengurus anak majikannya sehingga jarang menggunakan ponsel. Namun keluarga semakin khawatir karena majikan ibunya juga tidak bisa dihubungi.

"Awal itu maksimal sebulan sekali ada kontak, tapi enam bulan kemudian lose gak ada gak kabar. Majikannya juga gak aktif, sponsor gak tau siapa," ungkapnya.

Dery pun berusaha untuk mencari sponsor atau perusahaan yang memberangkatkan ibunya namun selalu buntu. Kemudian dirinya menghubungi uwaknya yang juga merupakan PMI yang bekerja di Arab Saudi. 

Dari saudaranya, Dery memperoleh informasi penyalur ke luar negeri yang bernama Haji Riki Rinata di wilayah Cianjur.

Setelah dicari tahu, ternyata pria bernama Riki itu sudah ditangkap polisi terkait dengan kasus TPPO. 

Dery bahkan sempat bertemu dengan mantan istri sosok penyalur itu yang menginformasikan Riki telah masuk Lapas Cianjur. "Saya bingung harus kemana lagi," ucap Dery.***


Editor : JakaPermana