Terinspirasi Dua Hal Ini, Taran Kumar Ciptakan Produk Sabun Susu Lembang yang Banyak Diminati Wisatawan

Tercatat sebagai sentra penghasil susu terbesar di Jabar, Lembang memiliki potensi besar untuk menciptakan beragam produk-produk berbahan dasar susu sapi salah satunya Sabun Susu Lembang.

Terinspirasi Dua Hal Ini, Taran Kumar Ciptakan Produk Sabun Susu Lembang yang Banyak Diminati Wisatawan
Selain diolah menjadi berbagai kuliner, susu hasil dari peternakan sapi perah di Lembang kini diolah dan diproduksi menjadi Sabun Susu Lembang yang kaya akan manfaat dan khasiat. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Tercatat sebagai sentra penghasil susu terbesar di Jabar, Lembang memiliki potensi besar untuk menciptakan beragam produk-produk berbahan dasar susu sapi salah satunya Sabun Susu Lembang.

Selain diolah menjadi berbagai kuliner, susu hasil dari peternakan sapi perah di Lembang kini diolah dan diproduksi menjadi Sabun Susu Lembang yang kaya akan manfaat dan khasiat.

Bahkan, belakangan ini produk Sabun Susu Lembang tersebut kian diminati dan diburu para wisatawan sebagai buah tangan non kuliner baik dari dalam maupun luar negeri.

Ide pengolahan Sabun Susu Lembang ini berasal dari Taran Kumar, seorang pemuda yang peduli akan kesehatan kulit pada 2017 silam. Menurutnya, selain nikmat untuk dikonsumsi, susu sapi ternyata memiliki kekayaan vitamin yang bermanfaat untuk kulit.

"Ide untuk pembuatan Sabun Susu Lembang ini mucul pada 2017 silam. Waktu itu saya melihat dari besarnya nama Lembang dengan pariwisata dan produk susunya," kata Taran selaku Founder Sabun Susu Lembang kepada wartawan, Jumat 10 Februari 2023.

Ia menyebut, dari dua kata kunci pariwisata dan susu tersebut dirinya kemudian memutar otak untuk mengkombinasikan kedua potensi tersebut. Alhasil, munculah produk oleh-oleh wisata berupa Sabun Susu Lembang yang cocok sebagai buah tangan dengan ketahanan waktu cukup lama.

"Kalau makanan kan gak bertahan lama. Potensi rusak di jalannya juga besar. Makanya muncul ide Sabun Susu Lembang ini. Kita ingin membuat sabun ini menjadi destination branding," sebutnya.

Ia menjelaskan, guna menciptakan sabun susu dengan berbentuk batang dan menyimpan berbagai khasiat, pihaknya telah melakukan riset berulang-ulang hingga berhasil merilis produk sabun susu dengan harga yang sangat terjangkau.

"Kurang lebih saya lakukan riset selama satu tahun. Mulai dari kandungan protein dan komposisi yang pas tanpa mengurangi kandungan protein dari susu sapinya. Bahkan, produk kita ini sudah tersertifikasi BPOM," jelasnya.

Ia mengaku, sengaja merilis Sabun Susu Lembang ini dalam bentuk sabun batang, agar masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga murah. Menurutnya, sabun batang susu ini sudah diracik dengan ekstraksi yang teliti tanpa mengurai kandungan protein susu.

"Selama ini, sabun susu terkesan ekslusif dan mahal. Kita kemudian cari formula agar bisa dijangkau oleh masyarakat luas. Kita jual di ritel-ritel oleh-oleh seperti Farmhouse, Floating market, TGAA cuma Rp9.000," terangnya.

Sampai sekarang, lanjutnya, wisatawan yang menjadi penikmat produk sabun susu sapi Lembang terus bertambah. Dalam sebulan, sekitar 30 ribu batang sabun susu sapi bisa dijual.

"Sehari dari satu outlet di Lembang saja bisa terjual 800 batang sabun, penjualan sebulan ya rata-rata 30 ribu batang sabun bisa kita jual," ucapnya.

Wisatawan asal Banyumas, Jawa Tengah, Fitriani (26) mengaku sengaja memborong Sabun Susu Lembang sebagai oleh-oleh wisata Lembang untuk teman dan keluarganya.

"Selain untuk oleh-oleh, saya juga ingin coba pakai sendiri karena kan khasiat kandungan susunya tinggi dan wanginya juga beda," ujarnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani