Terjadi 3.055 Gempa, BMKG Perkirakan Gempa Susulan di NTT Meluas hingga 4 Minggu
BMKG perkirakan gempa susulan di NTT masih akan terjadi hingga 4 minggu kedepan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wilayah Nusa Tenggara Tengah saat ini tengah dilanda bencana alam Gempa dengan kerusakan yang cukup parah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan aktivitas Gempa susulan pascagempa bermagnitudo 7,7 di Flores, NTT, membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu untuk meluruh.
“Karena ini gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih tiga sampai empat minggu ke depan,” tutur Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.
Faisal mengatakan bahwa BMKG mencatat 3.055 Gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1. Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 Gempa dapat dirasakan masyarakat.
“Jumlah Gempa susulan sampai dengan jam 5 sore hari ini, 19 Agustus 2026, adalah sejumlah 3.055 Gempa susulan,” ujar Faisal.
BMKG terus memantau aktivitas kegempaan secara waktu nyata, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak dan lokasi pengungsian.
BMKG saat ini memiliki empat unit pelaksana teknis (UPT) di Pulau Flores, masing-masing di Labuan Bajo, Ruteng, Maumere dan Larantuka, serta dua pos di Ende dan Bajawa.
Salah satu kekhawatiran masyarakat pascagempa adalah kemungkinan terjadinya kembali Gempa besar dalam beberapa hari hingga beberapa minggu ke depan.
Sesar naik busur belakang Flores memerlukan waktu panjang hingga puluhan tahun untuk kembali mengakumulasi energi hingga menghasilkan Gempa dengan kekuatan seperti Gempa utama yang terjadi saat ini.
“Masyarakat tidak perlu khawatir tentang itu, mohon tetap tenang bahwa kita terus memantau kondisinya,” ungkapnya.
BMKG juga mencatat adanya kecemasan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir terhadap kemungkinan terjadinya tsunami.
Faisal mengatakan Indonesia melalui BMKG memiliki kemampuan memberikan peringatan dini tsunami akibat Gempa dalam waktu kurang dari tiga menit sesuai dengan protokol internasional.***
Editor : Irma Nurfajri

