Terkenal Sering Menyuarakan Keadilan, BTS Diminta Tanggung Jawab atas Rajia ICE di LA??

Banyak netizen yang meminta BTS untuk menyuarakan keadilan dan bertanggung jawab pada rajia ICE.

Terkenal Sering Menyuarakan Keadilan, BTS Diminta Tanggung Jawab atas Rajia ICE di LA??
BTS diminta tanggung jawab atas rajia ICE.

INILAHKORAN, Bandung - BTS saat ini dituntut untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang bukan dilakukan oleh mereka.

Kontroversi bermula ketika sebuah unggahan TikTok yang viral menyoroti sesi rekaman BTS baru-baru ini di Los Angeles, salah satu dari beberapa basis pendukung Partai Demokrat yang menjadi sasaran penggerebekan deportasi massal oleh pemerintahan Trump.

Unggahan tersebut mengaitkan kehadiran BTS di LA dengan populasi Imigran yang terkepung, menyiratkan bahwa sikap diam mereka terhadap isu ini terasa kontradiktif dengan citra global mereka yang penuh kasih sayang dan Keadilan.

"Mereka mengambil untung dari budaya kota, tetapi tetap bungkam tentang kepedihannya, " ujar seorang komentator.

"Tidak ada yang bilang mereka harus menyelesaikannya. Akui saja," tambah komentar tersebut.

Berdasarkan perubahan kebijakan baru-baru ini, ICE menargetkan untuk melakukan hingga 3.000 penangkapan setiap hari, terutama di kota-kota seperti Los Angeles, New York, dan Chicago.

Penggerebekan ini dikritik karena sifatnya yang agresif, yang seringkali memengaruhi Imigran legal atau bahkan warga negara AS yang terjebak dalam baku tembak birokrasi.

Saat gambar-gambar keluarga yang ketakutan dan penahanan yang kacau beredar, penggemar semakin menyadari hubungan antara tindakan artis favorit mereka dan iklim sosial setempat.

Perbincangan daring dengan cepat memanas. Kritikus BTS berpendapat bahwa sebagai selebritas global yang melakukan rekaman dan beraktivitas di AS, mereka memikul Tanggung jawab sosial, terutama di kota-kota yang sedang dilanda kerusuhan sipil atau masalah hak asasi manusia.

Namun, kelompok yang sama vokalnya menganggap reaksi keras tersebut tidak adil dan salah sasaran.

"Kalian benar-benar bodoh. Kurasa BTS bekerja di LA tapi tidak mengakui kesulitan yang dihadapi komunitas kita saat ini jelas tuli nada."

"Untuk sebuah band yang begitu lantang menyuarakan ketidakadilan, sedih melihat mereka jadi begitu terputus hubungan."

"Aku melihat ada cewek di Twitter yang bilang 'kita harus meminta pertanggungjawaban BTS karena bekerja di LA' dan mereka juga serius banget."

"Apa sih maksudnya ini?? apa hubungannya sama razia ICE ya all mfs performative asf."

"BTS diberitahu bahwa mereka perlu berbicara tentang masalah imigrasi di negara di mana mereka sendiri diharapkan untuk melalui proses imigrasi (visa atau ESTA) untuk masuk dan masalah tersebut diberlakukan oleh presiden negara tersebut."

Sementara yang lain memperingatkan adanya standar ganda, bertanya mengapa BTS menjadi sasaran karena tetap netral sementara banyak selebriti Barat juga tetap diam.

Meskipun saat ini terdapat perpecahan, perlu dicatat bahwa BTS memiliki sejarah panjang dalam keterlibatan sosial:

- Bermitra dengan UNICEF untuk kampanye anti-kekerasan “Love Myself”.

- Menyampaikan pidato tentang cinta diri dan kesehatan mental di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

- Menyuarakan dukungan untuk Black Lives Matter, menyumbangkan $1 juta bersama para penggemar.

Hal ini membuat sikap diam mereka saat ini terhadap ICE menjadi lebih kompleks, bukan semata-mata karena apatisme tetapi mungkin juga karena kehati-hatian strategis dalam lingkungan politik yang sedang meledak-ledak.

Situasi ini mencerminkan pertanyaan yang lebih luas tentang apa yang kita harapkan dari bintang-bintang global.

Di dunia di mana suara selebritas dapat memperkuat Keadilan sosial, haruskah semua tokoh publik bersuara, terlepas dari kebangsaan, konteks, atau batasan hukum?

Atau apakah aktivisme sejati berarti memilih kapan dan bagaimana terlibat , tanpa tekanan untuk menyampaikan pernyataan performatif?.***


Editor : Irma Nurfajri