Terminal Wisata Grafika Cikole Hadirkan Abbasiyah Market Sepanjang Ramadan

Dikelilingi hamparan pepohonan hijau di Terminal Wisata Grafika Cikole, pasar yang membawa nuansa masa kejayaan Islam hadir menemani masyarakat selama Ramadan.

Terminal Wisata Grafika Cikole Hadirkan Abbasiyah Market Sepanjang Ramadan
Abbasiyah Market, itulah nama pasar pop-up yang dirancang khusus Terminal Wisata Grafika Cikole untuk menjadi titik kumpul bagi berbagai kalangan selama Ramadan. Mulai dari pasangan muda, Gen-Z, hingga orang-orang kantoran yang menginginkan pengalaman berbeda dari aktivitas di kota. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Dikelilingi hamparan pepohonan hijau di Terminal Wisata Grafika Cikole, pasar yang membawa nuansa masa kejayaan Islam hadir untuk menemani masyarakat selama Ramadan.

Abbasiyah Market, itulah nama pasar pop-up yang dirancang khusus Terminal Wisata Grafika Cikole untuk menjadi titik kumpul bagi berbagai kalangan selama Ramadan. Mulai dari pasangan muda, Gen-Z, hingga orang-orang kantoran yang menginginkan pengalaman berbeda dari aktivitas di kota.
 
"Ya, jadi intinya kita mau bikin Terminal Wisata Grafika Cikole ini sebagai titik kumpul ya, pasangan muda, Gen-Z, orang-orang kantoran yang memang bosen dengan kehidupan di kota," kata Head Marcomm Terminal Wisata Grafika Cikole Awan Septiaji saat ditemui, Sabtu 21 Februari 2026.
 
Menurutnya, saat ini banyak orang yang ingin berlibur, buka bersama, atau mengadakan acara gathering namun hanya memiliki pilihan di hotel atau restoran. 

"Kita sajikan di sini dengan konsep yang berbeda," tuturnya.
 
Dijelaskan Awan, pemilihan nama Abbasiyah tidaklah sembarangan. Ia menjelaskan bahwa konsep ini bertujuan untuk mengenang masa kejayaan Islam di masa lampau. 

"Karena dengan konsep Abbasiyah ini, kita mengenang masa kejayaan Islam di masa lampau. Jadi model dari makanannya, mulai dari pakaiannya, mulai dari cara dagangnya, mulai dari kehidupan di pasar Abbasiyah itu seperti apa, kita aplikasikan di dalam hutan," katanya.
 
Dikatakan Awan, penerapan konsep di tengah hutan ini diharapkan bisa menciptakan rasa ingin tahu atau yang lebih dikenal dengan istilah FOMO (Fear of Missing Out) pada para pengunjung. 

"Nah, ini menjadi opsi supaya bisa mendatangkan atau membuat FOMO para pengunjung loh, kawula muda, Gen-Z, korporat-korporat yang memang bosen di kota ataupun di hotel maupun resto. Jadi kita ciptakan Abbasiyah ini," sebutnya.
 
Tak hanya sebatas Ramadan, lanjut Awan, konsep Abbasiyah Market bakal tetap dipertahankan hingga Lebaran Idul Fitri mendatang.

"Dan ini long term sampai Lebaran. Jadi di mana nanti high season pun konsep ini kita akan tetap akan usung," bebernya.
 
Ketika ditanya mengenai fasilitas yang disediakan, Awan mengungkapkan, Abbasiyah Market bukan hanya sekadar tempat berbelanja atau makan, melainkan sebuah pop-up market yang menyajikan berbagai aktivitas seru. 

"Di Abbasiyah itu lebih ke satu, pop-up market ya. Pop-up market yang di dalamnya ada games, interaksi hewan, mulai dari burung sampai mamalia. Bisa ditunggangi juga, bisa difoto juga," ungkapnya.
 
Sementara untuk para pengunjung yang menyukai aktivitas petualangan, tersedia pilihan berkuda maupun mengendarai ATV. Selain itu, juga ada berbagai aktivasi kreatif seperti workshop pembuatan kalung, gelang, cinderamata, hingga face painting. 

"Nah, untuk adventure-nya ada berkuda, ada ATV, ada juga nanti aktivasi bikin kalung, workshop gitu ya, bikin gelang, bikin cinderamata sama face painting dan kawan-kawan," tambahnya.


Editor : Doni Ramdhani