Terobosan, Polresta Bandung Luncurkan Aplikasi Cegah Stunting dan Commend Center
Berbagai terobosan dilakukan Polresta Bandung untuk meningkatkan pelayanan, melindungi dan mengayomi masyarakat. Kali ini Polresta Bandung meluncurkan aplikasi cegah stunting dan Command Center Presisi. peluncuran di laksanakan di Polresta Bandung di Soreang dan dihadiri oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Akhmad Wiyagus.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Soreang- Berbagai terobosan dilakukan polresta bandung untuk meningkatkan pelayanan, melindungi dan mengayomi masyarakat. Kali ini polresta bandung meluncurkan aplikasi cegah stunting dan Command Center Presisi. peluncuran di laksanakan di polresta bandung di Soreang dan dihadiri oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Akhmad Wiyagus.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, menjelaskan bahwa sesuai arsahan Presiden Joko Widodo, bahwa semua pihak harus terlibat dalam mencegah dan menurunkan angka stunting.
Dikatakan Kusworo, hal itu menjadi dasar polresta bandung meluncurkan aplikasi cegah stunting dengan sasaran ibu hamil serta ibu-ibu yang memiliki anak balita di Kabupaten Bandung.
"Ada tiga manfaat dari aplikasi ini. Pertama, memberikan edukasi bagi ibu-ibu hamil dan yang memiliki balita terkait dengan bagaimana seharusnya tinggi atau panjang janin atau anak. Sehingga bisa dilihat masuk kategori risiko stunting atau tidak. Seandainya ada risiko, ada tips edukatif apa yang harus dilakukan," kata Kusworo.
Kemudian, lanjut Kusworo, kedua, bagaimana aplikasi ini bisa memberikan jadwal pengingat kapan ibu hamil harus kontrol ke dokter, melakukan USG dan sebagainya.
"Kemudian yang ketig, kami memiliki bank data bersama dengan Dinas Kesehatan seandainya pemerintah akan melakukan intervensi pemberian bantuan seperti sembako, susu, dan lain sebagainya agar tidak terjadi stunting terhadap apa yang dirisikokan, ini bisa mendapatkan data bahkan bisa langsung me-ranking mana paling parah dan aman. Sehingga, seandainya kami mengintervensi kami akan memprioritaskan yang paling parah terlebih dahulu," ujarnya.
Sedangkan terkait Command Center Presisi, Kusworo menjekaskan, di dalamnya terdapat aplikasi yang bisa memonitor posisi pergerakan kendaraan patroli polisi di seluruh wilayah. Sehingga, jika ada masyarakat yang meminta bantuan menghubungi 110, polisi bisa langsung melacak posisi di peta dan mengetahui anggota terdekat yang bisa datang ke titik laporan warga.
"Langsung dari Command Center komandony. Bahkan dari sini juga bisa langsung video call dengan anggota patroli terdekat dengan TKP. Dari situ, ketika kita memerintahkan mobil patroli bergerak, kita bisa melihat pergerakannya sudah sampai mana. Serta bisa melaporkan kepada pelapor berapa menit tiba di TKP," katanya.
Tak hanya itu, tutur Kusworo, dari Command Center tersebut pihaknya bisa mendeteksi media sosial terkait hal sentimen positif dan negatif kepada instansi Kepolisian.
"Kemudian kami bisa melihat secara cepat semua media sosial yang mengirim tag ke polresta bandung, sehingga apabila ada masyarakat yang curhat, bisa langsung dijawab oleh anggota kami yang sedang bertugas," ujarnya.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Akhmad Wiyagus, mengapresiasi inovasi polresta bandung dalam melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat.
Akhmad memastikan, program ini merupakan bentuk nyata pelayanan Kepolisian untuk masyarakat. Selain itu, juga menjadi program prioritas Kapolri.
"Lalu aplikasi cegah stunting ini untuk mendeteksi secara dini dalam menekan potensi bayi stunting. Ini juga untuk membantu pemerintah daerah dalam menekan stunting sesuai arahan presiden," katanya.
Ia menilai, langkah ini merupakan sinergitas antara TNI-Polri dan pemerintah daerah dalam melayani masyarakat secara prima.
"Ini wujud kolaborasi semua pihak. Karena dengan kolaborasi, serumit apapun masalah yang dihadapi, semakin menyadari bahwa kita ini semakin tergantung, tidak bisa bekerja sendiri dan dengan kolaborasi ini kita bisa mengetahui dengan cepat kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya," ujarnya.(rd dani r nugraha)
Editor : JakaPermana

