Tidak Mau Ambil Risiko, Pemkab Cianjut Tutup Taman Alun-alun
Pemkab Cianjur kembali menutup taman alun-alun lantaran banyak wisatawan yang berkunjung dan berisiko kembali naiknya kasus Covid-19
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cianjur – Tidak mau ambil risiko, Pemkab Cianjur kembali menutup taman alun-alun Canjur untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Taman alun-alun Cianjur ditutup lantaran sejak kembali dibuka satu bulan yang lalu, taman itu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan tingkat kunjungan ke taman alun-alun sejak beberapa pekan terakhir, terus meningkat terutama saat akhir pekan, sedangkan tingkat penularan Covid-19 kembali meningkat, sehingga dilakukan penutupan.
Baca Juga: 11 Kursi Jabatan Strategis Kosong, KPK Buka Seleksi
"Taman alun-alun akan ditutup hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan, karena tingkat penularan kembali terjadi. Untuk menekan angka penularan, pemerintah daerah memberlakukan pembatasan kegiatan, termasuk menutup pusat keramaian," katanya.
Ia menjelaskan, tingkat kunjungan tidak hanya didominasi warga lokal, namun dari berbagai daerah di Jawa Barat, sehingga rawan terjadi penularan, meski prokes ketat diberlakukan, namun untuk mengantisipasi terpaksa dilakukan penutupan karena kunjungan terus meningkat.
Pihaknya mencatat selama satu bulan terakhir, tingkat penularan Covid-19 di Cianjur, sudah mencapai 488 kasus, sebagian besar menjalani isolasi di rumah masing-masing dan sejumlah pusat isolasi yang kembali dibuka, sebagai upaya penanganan cepat.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Naik, Ini Langkah Pemkab Garut Agar Warga Taati Prokes
"Kita akan melihat situasi dalam dua pekan ke depan, ketika terjadi penurunan, kemungkinan taman alun-alun akan kembali dibuka secepatnya. Namun untuk sementara, kami minta warga untuk membatasi kegiatan di luar rumah dan tetap menggunakan alat pelindung diri," katanya.
Pihaknya menegaskan, warga untuk sementara waktu membatasi kegiatan di luar rumah dan tetap menerapkan prokes ketat, sebagai upaya menekan penularan Covid-19 yang belum bisa dipastikan apakah varian Omicron atau bukan, namun penularan kembali tinggi. (*)
Editor : inilahkoran

