Tiga Prioritas Hengky Kurniawan Setelah Resmi Jadi Bupati KBB Definitif
Hengky Kurniawan resmi dilantik menjadi Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) definitif, usai dikukuhkan Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil atas putusan dari Kementerian Dalam Negeri di Aula Barat Gedung Sate, Senin (7/11/2022).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Hengky Kurniawan resmi dilantik menjadi Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) definitif, usai dikukuhkan Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil atas putusan dari Kementerian Dalam Negeri di Aula Barat Gedung Sate, Senin (7/11/2022).
Hengky mengatakan, tugas berat telah menantinya dan siap diselesaikan kendati masa jabatannya hanya sekitar 10 bulan lagi di periode 2018-2023. Kendati demikian, dia mengaku tetap optimistis dalam waktu yang terbilang sedikit tersebut, akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat KBB.
Ada tiga prioritas utama yang diakselerasi, yakni infrastruktur, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta memaksimalkan potensi pariwisata di KBB. Juga diiringi dengan beberapa program lain, merespon kebutuhan yang terjadi saat ini seperti optimalisasi pemanfaatan teknologi dan pertanian dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.
“Kita fokus pada tiga hal, yang hari ini kita terus lakukan. Konsisiten membangun infrastruktur, baik itu fisik maupun SDM berkualitas. Kemudian peningkatan PAD di sektor pariwisata kita genjot. Kemudian bagaimana memanfaatkan teknologi, untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat. Ini yang terus kita sampaikan kepada OPD, bagaiman 4.0 itu kita manfaatkan. Pelayanan makin cepat, OPD yang gercep, tidak bertele-tele, bekerja sepenuh hati melayani masyarakat,” ujarnya.
“Menyikapi resesi, beberapa langka mulai kita lakukan. Mulai dari bagaimana ketahanan pangan di KBB kita lakukan, dengan mengajak seluruh masyarakat menanam tanaman holtikultura. Prioritas ini untuk menjadi modal KBB ekonomi kuat di 2030,” sambungnya.
Dalam optimalisasi sektor pariwisata ini sendiri kata Hengky, dalam waktu dekat pihaknya akan mendeklarasikan KBB sebagai The Beauty of Priangan, dalam rangka promosi sehingga dapat memberikan dampak signfikan dalam perkembangannya. Selain, berupaya mengajak pelaku usaha baik dalam negeri dan luar untuk berinvestasi di KBB dalam rangka meningkatkan percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Insya Allah di tahun ini atau awal tahun depan, kita akan mendeklarasikan Bandung Barat The Beauty of Priangan, dengan harapan promosi ini berdampak bagi kunjungan wisata di KBB. Promosi harus kita lakukan. Kemudian bagaimana menarik investasi sebanyak-banyaknya. Alhamdulillah KBB periode 2021-2022, pertumbuhan investasi cukup bagus. Rp12 triliun masuk di KBB, berkat komunikasi kita yang baik dan mendapat peringkat dua antar kota dan kabupaten di tingkat provinsi,” ucapnya.
“Sekarang juga kita sedang menunggu investasi dari Korea Selatan dan juga lokal, Ciputra senilai Rp3 triliun. Dari Korea, kita sudah pra PPA, 9-14 Desember nanti kita diundang ke Korea. Mudah-mudahan kalau terwujud, Rp30 triliun akan masuk di KBB. Mudah-mudahan ini goal,” harapnya.
Guna mewujudkan harapan-harapan tersebut, Hengky meminta dukungan semua pihak baik Forkopimda dari TNI dan Polri, para stakeholder, OPD serta masyarakat. Sehingga dari sisa waktu yang tersisa, dapat memenuhi janji kepada masyarakat dalam pembangunan KBB.
Dia juga berharap, masyarakat dapat memaklumi kemampuan Pemkab KBB yang tidak dapat melaksanakan program-program secara sekaligus, karena terbatasnya kemampuan anggaran. Meski demikian, Hengky memastikan dari 10 bulan tersisa akan ada perubahan-perubahan yang dilakukan dalam memenuhi janji politik, walaupun tidak sempurna seperti harapan semua pihak.
“Kita berharap dukungan semua pihak, Forkopimda TNI dan Polri, DPRD, stakholder, senior, sesepuh, OPD dan masyarakat dalam membangun KBB menjadi lebih baik kedepannya. Cuma yang harus dipahami masyarakat, dalam membangun itu butuh proses. Anggaran terbatas. Hari ini perhatian publik fokus pada infrastruktur. Kami bisa sampaikan, bahwa selalu ada perubahan setiap tahun. Memang semua belum. Kita lakukan bertahap, pelayanan minimal dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur. Semuanya jadi prioritas kita untuk segera diselesaikan,” tandasnya. (Yuliantono)***
Editor : JakaPermana

