Tiga Singa Berhasil Menebus Dosa
INGGRIS berhasil meraih juara tiga Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Prancis. Sebuah 'penebusan' dosa dari Tim Tiga Singa usai disingkirkan Argentina di semifi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Pelatih Inggris Thomas Tuchel memberikan pujian setinggi-tingginya untuk mentalitas timnya yang mampu bangkit meraih kemenangan 6-4 atas Prancis.
Laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026, itu berlangsung di Miami, Minggu (19/7) dini hari WIB. Pertarungan diwarnai hujan gol dengan winger Tim Tiga Singa Bukayo Saka mencetak hattrick.
"Saya memberikan pujian setinggi-tingginya kepada mentalitas para pemain yang mampu bangkit setelah menghadapi situasi sulit," kata Tuchel, dikutip dari laman resmi timnas Inggris.
Sebelum laga, Tuchel mengakui sejak awal dirinya khawatir dengan kondisi fisik para pemain saat menghadapi Prancis, tim yang mendapatkan keuntungan karena memiliki waktu istirahat lebih banyak daripada Inggris.
"Mereka memiliki jadwal yang lebih menguntungkan karena mendapat waktu istirahat satu hari lebih lama setelah semifinal, ditambah perjalanan mereka jauh lebih pendek dibanding kami," kata Tuchel.
Menurut pelatih asal Jerman ini, faktor cuaca memang menjadi kendala terbesar timnya selama menjalani turnamen ini.
"Kami harus bermain di cuaca panas, dataran tinggi, dan berbagai kondisi lainnya sepanjang turnamen. Saya memang cemas secara fisik, dan Anda bisa melihat sendiri para pemain mengalami kram dan kelelahan pada babak kedua," tambah dia.
Kemenangan ini adalah pencapaian terbaik Inggris di Piala Dunia dalam 60 tahun terakhir setelah menjadi juara pada 1966.
Sebelum menjadi tim peringkat ketiga, pencapaian terbaik The Three Lions adalah menempati peringkat keempat pada 1990 dan 2018.
Pelatih asal Jerman itu juga menegaskan kemenangan atas Prancis merupakan langkah awal bagi Inggris untuk mengejar negara-negara elite dunia.
Selain itu, kata dia, kemenangan ini juga memberinya kembali semangat setelah kekalahan dari Argentina dimana taktiknya dihujani banyak kritikan.
"Rasa lelah mungkin baru akan benar-benar terasa setelah turnamen selesai. Besok kami masih akan merasakan sakit karena gagal mencapai final, dan perasaan itu akan bertahan cukup lama. Namun secara keseluruhan, pertandingan ini memberi saya lebih banyak energi daripada mengurasnya," tutup dia. (bsf)
Editor : Inilahkoran

