Tiga Skenario Mitigasi Haji 2026 Disiapkan, Respons Konflik di Timur Tengah
Kemenhaj Jawa Barat menyiapkan tiga skenario mitigasi untuk mengantisipasi dampak konlik Timur Tengah terhadap jemaah haji 2026
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kementerian Haji dan Umrah tiga skenario mitigasi untuk memastikan keselamatan jemaah haji 2026 tetap menjadi prioritas utama di tengah konflik Timur Tengah yang makin memanas.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian mengatakan, pemerintah tidak hanya fokus pada kesiapan teknis, tetapi juga skenario darurat jika kondisi kawasan memburuk.
“Yang pertama adalah jemaah tetap diberangkatkan normal seperti biasa, namun jika memang esekalasi di Timur Tengah memanas, namun Arab Saudi tetap membuka atau tetap melaksanakan operasional haji di tahun 2026, maka Pemerintah Indonesia mengirimkan jemaah dengan meminta agar maskapai memilih rute yang aman bagi keselamatan penumpang,” ujar Boy, Selasa 31 Maret 2026.
Namun, pemerintah juga menyiapkan opsi lebih ketat jika situasi keamanan dinilai membahayakan. Penundaan keberangkatan menjadi pilihan kedua, meskipun operasional haji tetap berlangsung di Arab Saudi.
“Mitigasi kedua adalah, walaupun Pemerintah Arab Saudi tetap melaksanakan operasional, namun mengingat keselamatan jemaah Indonesia, maka Pemerintah Indonesia jika esekalasinya terus memanas, menunda keberangkatan operasional haji di tahun ini,” jelasnya.
Skenario terakhir merupakan langkah paling ekstrem, yakni penghentian total keberangkatan jemaah Indonesia apabila Arab Saudi memutuskan tidak menyelenggarakan ibadah haji tahun ini.
“Mitigasi ketiga adalah ketika Arab Saudi memutuskan untuk tidak melaksanakan atau menutup operasional haji di tahun ini, maka Pemerintah Indonesia juga akan tidak memberangkatkan jemaah dikarenakan Arab Saudi tidak melakukan atau tidak mengadakan operasional haji di tahun 2026 ini,” tegas Boy.
Meski di tengah berbagai kemungkinan tersebut, kesiapan teknis penyelenggaraan haji di Jawa Barat kata dia, sudah hampir matang. Persiapan di dalam negeri hingga di Arab Saudi telah mencapai tahap akhir.
“Untuk pelayanan, kami pastikan tetap maksimal karena persiapan di tanah air maupun di Arab Saudi semua sudah 99 persen rampung. Jadi kami tinggal melaksanakan kegiatan operasional haji,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


