Tim Hukum NewJeans Menolak Penggunaan Bukti yang Melibatkan Min Hee Jin dalam Sidang dengan ADOR

NewJeans menolak menggunakan bukti yang melibatkan mantan CEO ADOR Min Hee Jin.

Tim Hukum NewJeans Menolak Penggunaan Bukti yang Melibatkan Min Hee Jin dalam Sidang dengan ADOR
Min Hee Jin dan NewJeans.

INILAHKORAN, Bandung - Selama persidangan ketiga, NewJeana nampaknya tetap tidak menunjukan niat mereka untuk kembali bergabung dengan agensi ADOR.

Pada hari Kamis, 24 Juli 2025, Ketegangan meningkat selama sidang pengadilan ketiga dalam pertarungan Hukum yang sedang berlangsung antara ADOR dan NewJeans.

Hal ini dikarenakan tim Hukum NewJeans dengan keras menolak dugaan upaya mantan CEO Min Hee Jin untuk "mengambil alih" grup tersebut.

Sidang digelar di Pengadilan Distrik Pusat Seoul di bawah Divisi Perjanjian Perdata 4, dipimpin oleh Hakim Jeong Hoe-il.

Sidang ini membahas gugatan yang diajukan oleh ADOR untuk mengonfirmasi keabsahan kontrak eksklusif mereka dengan member NewJeans, Minji, Hanni, Danielle, Haerin, dan Hyein.

Selama persidangan, kedua belah pihak menyampaikan presentasi selama 30 menit untuk menyampaikan argumen mereka.

Sebelum pernyataan resmi, perwakilan Hukum NewJeans meminta pengadilan untuk tidak menyebutkan bukti yang diperoleh secara ilegal selama sidang terbuka, meskipun telah diserahkan kepada majelis hakim.

Meskipun pengadilan awalnya menyetujui, tim Hukum ADOR merujuk pada pesan KakaoTalk yang dilaporkan dipertukarkan antara Min Hee Jin dan seorang kenalan, di mana dia diduga berkata, "Saya akan memakainya [NewJeans] dalam 3 tahun." 

Hal ini memicu protes dari pengacara NewJeans, dengan klaim bahwa ADOR sengaja menggunakan materi sensitif di pengadilan terbuka meskipun telah diperingatkan sebelumnya.

Hakim Jeong menepis protes tersebut, dengan menyatakan, "Saya pun tahu tentang itu, jadi menurut Anda wartawan tidak akan tahu?".

Hakim menegur pengacara NewJeans karena mengganggu proses persidangan, dengan mengatakan, "klaim tentang pengambilalihan ini sudah didengar. Mohon jangan meledak-ledak lagi."

Sengketa pengadilan ini terjadi di tengah gugatan ADOR menyusul pengumuman NewJeans pada November tahun lalu untuk mengakhiri kontrak mereka, dengan alasan hilangnya kepercayaan antara ADOR dan HYBE.

Meskipun ADOR telah menyatakan kesediaan untuk berdamai, NewJeans berulang kali menolak rekonsiliasi, dengan mengatakan, "tidak ada jalan kembali. Kepercayaan telah benar-benar hancur."

Sementara drama pengadilan terus berlanjut, minat publik terhadap perebutan kekuasaan antara NewJeans dan ADOR tetap tinggi, tanpa ada tanda-tanda penyelesaian yang terlihat.***


Editor : Irma Nurfajri