Tingkatkan Kapasitas Produksi Air, Perumda Tirta Pakuan Butuh Rp824 Miliar

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor menyatakan pihaknya membutuhkan anggaran dana sekitar Rp824 miliar hingga 2022 mendatang. 

Tingkatkan Kapasitas Produksi Air, Perumda Tirta Pakuan Butuh Rp824 Miliar
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor menyatakan pihaknya membutuhkan anggaran dana sekitar Rp824 miliar hingga 2022 mendatang. 

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Deni Surya Senjaya menjelaskan, anggaran sebesar itu akan digunakan untuk penambahan kapasitas produksi air, pengembangan jaringan pipa, dan penanganan kehilangan air serta cakupan layanan 100%.

"Kapasitas produksi air yang dibutuhkan untuk wilayah Bogor Barat sekitar 400 liter per detik. Sementara, WTP (Water Treatment Plant) Cikereteg sekitar 200 liter per detik, Palasari 100 liter per detik, dan Cipinang Gading 100 liter per detik," kata Deni, Kamis (9/1/2020).

Dia menegaskan, pada tahun ini penambahan kapasitas produksi air itu diprioritaskan untuk WTP Cipinang Gading 100 liter per detik, Palasari 100 liter per detik, dan Kabandungan 40-50 liter per detik. 

"Sedangkan untuk yang di Bogor Barat dengan penambahan kapasitas paling besar melalui proses FS (feasibility study) yang kemungkinan akan dikaji secara kelayakannya," tambahnya.

Selain itu, untuk pengembangan jaringan pipa sendiri akan dilaksanakan tersebar di wilayah Kecamatan Bogor Barat, Tanah Sareal, dan Bogor Utara. Menurutnya pipa yang akan diganti sebagian besar merupakan pipa yang dibangun tahun 1975 yaitu bantuan dari Australia. 

"Pipa yang ada masih terpasang itu pipa lama tahun 1975. Pipa AC ini yang kontribusi terbesar atas kehilangan air karena lemah pada sambungan karetnya yang mudah putus. Rencananya secara bertahap akan diganti dengan pipa HDPE yang ketahanannya cukup lama," jelasnya.

Deni memaparkan, sesuai dengan business plan anggaran yang dibutuhkan hingga 2022 itu akan diajukan ke pemerintah pusat melalui APBN. Tak hanya itu,pihaknya pun mengajukan ke Pemprov Jabar dan Pemkot Bogor melalui skema penyertaan modal pemerintahan (PMP) serta ada wacana kerja sama dengan pihak swasta.

"Usulan ke APBN rencananya akan dibantu sekitar Rp23 miliar untuk pipa di Palasari. Kami juga usulkan untuk IPA (Instalasi Pengolahan Air) Cipinang Gading dan beberapa pengembangan pengolahan air baku ke Pemprov Jabar dan juga Pemkot Bogor melalui dana PMP," bebernya.

Pada tahun ini, dia menyebutkan Pemkot Bogor akan kembali mengucurkan sisa dana PMP sebesar Rp24 miliar dari total Rp98 miliar untuk PDAM. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan jaringan pipa sebagian besar Bogor Barat, Tanah Sareal dan Bogor Utara serta pembangunan reservoir Jabaru, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat.

"Reservoir Jabaru untuk memasok air wilayah di Bogor Barat mulai dari Gunung Batu sampai Bubulak. Nanti dengan adanya reservoir pada malam hari saat pemakaian tekanan cukup air ditampung yang kemudian dialirkan pagi hari," bebernya.

Deni menambahkan, pihaknya pun menargetkan cakupan layanan PDAM dapat bertambah 5.000 sambungan rumah baru pada 2020 ini. Penambahan sambungan rumah ini juga untuk menambah pencapaian target 100% cakupan layanan pada 2020. 

"Saat ini, (cakupan layanan) kami baru 92% atau 160 ribu pelanggan. Jadi, masih kekurangan 8%," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : Doni Ramdhani