Tips Sehat Saat Puasa Ramadan, Ade Erni: Perhatikan Makananmu
Menjalankan ibadah puasa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh agar tetap prima.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menjalankan ibadah puasa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh agar tetap prima.
Dokter Spesialis Gizi Klinik di RSUD Otto Iskandar Dinata di Soreang Kabupaten Bandung Ade Erni membagikan sejumlah tips penting agar masyarakat tetap bugar selama berpuasa.
Menurut Ade Erni, niat yang kuat menjadi fondasi utama dalam menjalankan ibadah Ramadan.
“Pertama tentu niatnya harus kuat, lillahi ta’ala, karena Allah Ta’ala. Niat ini akan berpengaruh pada bagaimana kita menjalankan pola hidup sehat selama Ramadan,” kata Ade kepada INILAHKORAN.ID, Senin 23 Februari 2026.
Dia mengingatkan pentingnya memperhatikan asupan makanan, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an Surat Abasa ayat 24 yang berbunyi, “Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.”
“Allah tidak langsung memerintahkan diet, tapi perhatikan makananmu. Artinya kualitas dan komposisi makanan itu sangat penting,” ujarnya.
dr Ade menekankan sahur sebagai bekal utama untuk berpuasa sekitar 13–14 jam. Karena itu, komposisi makanan harus lengkap dan seimbang.
“Saat sahur usahakan ada karbohidrat, protein, lemak, serta serat dari sayur dan buah. Protein bisa dari hewani maupun nabati. Karbohidrat tidak harus nasi, bisa juga kentang atau sumber lain. Jika memungkinkan, bisa ditambahkan susu sesuai kondisi masing-masing,” katanya.
Asupan cairan juga harus diperhatikan sejak bangun tidur. Ia menyarankan minum sekitar 250 cc air putih saat bangun tidur, lalu 250 cc saat sahur.
Hal menarik lainnya adalah anjuran berolahraga ringan 1–2 jam sebelum berbuka puasa.
“Sekitar dua jam sebelum buka puasa itu waktu yang baik untuk aktivitas ringan atau olahraga. Saat itu tubuh sudah berpuasa lebih dari 11 jam, cadangan energi mulai terpakai. Aktivitas fisik akan merangsang proses pembentukan energi dari cadangan tubuh, dalam istilah medis disebut glukoneogenesis,”katanya.
Menurutnya, olahraga menjelang berbuka juga relatif tidak terlalu menyiksa karena waktu berbuka sudah dekat. Namun ia mengingatkan, anjuran ini tidak berlaku bagi penderita diabetes karena berisiko menurunkan gula darah secara berlebihan.
Untuk masyarakat yang ingin menurunkan berat badan saat puasa, dr Ade juga menyarankan olahraga dilakukan menjelang berbuka.
“Kalau tujuannya untuk membantu pembakaran lemak, waktu terbaik tetap satu sampai dua jam sebelum buka,” ujarnya.
Terkait pola makan saat berbuka, dr Ade mengingatkan agar tidak langsung makan besar.
“Pada saat iftar atau awal buka puasa, niatkan hanya untuk membatalkan puasa, bukan untuk kenyang. Minum dan makan secukupnya saja,” katanya.
Setelah itu, lanjutnya, umat Muslim bisa melaksanakan salat Magrib terlebih dahulu, kemudian makan malam dengan komposisi lengkap dan seimbang seperti saat sahur.
Ia mengingatkan kebiasaan makan berlebihan saat berbuka bisa berdampak pada pola makan berikutnya.
“Kalau saat iftar sudah kenyang, biasanya setelah salat Magrib tidak mau makan malam. Tapi setelah tarawih muncul keinginan makan lagi. Akhirnya makan dalam kondisi sudah malam dan dekat waktu tidur. Besoknya saat sahur jadi malas makan. Bekal tidak optimal, lalu saat buka kembali tidak terkontrol. Pola ini berulang selama sebulan,” ujarnya.
Tak heran, menurut dr Ade, banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan.
Kebutuhan cairan juga tak boleh diabaikan. Selain minum saat bangun tidur dan sahur, ia menyarankan minum 250 cc saat berbuka dan 250 cc saat makan malam. Setelah salat Isya dan tarawih, asupan cairan kembali dicukupi secara bertahap hingga kebutuhan harian terpenuhi.
“Intinya jangan tunggu haus. Atur jadwal minum dari berbuka sampai sahur agar kebutuhan cairan tercapai,” ujarnya.
dr Ade kembali menegaskan bahwa kunci utama menjaga kesehatan selama Ramadan adalah kesadaran untuk mengatur pola makan.
“Seperti dalam Surat Abasa ayat 24, perhatikan makananmu. Kalau itu dijalankan dengan baik, insya Allah ibadah lancar dan tubuh tetap sehat,” katanya.
Editor : Doni Ramdhani

