Tips Sehat Simpan dan Olah Daging Kurban ala Dokter Ahli Gizi Masyarakat

Momen Iduladha selalu identik dengan melimpahnya stok daging kurban di rumah. Namun, menyimpan dan mengolah daging dengan cara yang kurang tepat bisa berdampak pada kesehatan.

Tips Sehat Simpan dan Olah Daging Kurban ala Dokter Ahli Gizi Masyarakat
Tips Sehat Simpan dan Olah Daging Kurban ala Dokter Ahli Gizi Masyarakat

INILAHKORAN, Bandung – Momen Iduladha selalu identik dengan melimpahnya stok daging Kurban di rumah. Namun, menyimpan dan mengolah daging dengan cara yang kurang tepat bisa berdampak pada kesehatan.

Dokter dan Ahli Gizi Masyarakat, dr. Tan Shot Yen, mengingatkan pentingnya menyimpan dan mengonsumsi daging Kurban secara bijak agar tetap aman, sehat, dan bergizi.

Menurut Tan Shot Yen, daging Kurban sebenarnya bisa disimpan hingga tiga bulan lamanya, asalkan dilakukan dengan cara yang benar. Ia menyarankan agar daging dibagi ke dalam porsi kecil terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam lemari es.

"Cara ini memudahkan saat ingin memasaknya. Selain itu, daging tidak perlu langsung dihabiskan dalam waktu singkat," ujar Tan Shot Yen dikutip dari RRI.co.id.

Terkait proses mencuci daging sebelum dimasak, Tan mengakui hal ini masih menjadi perdebatan. Menurutnya, air cucian berpotensi menyiprat dan menyebabkan kontaminasi silang di dapur. Jika tetap ingin mencucinya, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan area dapur.

"Jika tetap ingin mencuci, pastikan area dapur dibersihkan kembali. Untuk daging kambing, sebaiknya tidak dicuci dengan air mengalir, tapi gunakan nanas atau air asam untuk mengurangi bau," sarannya.

Tak hanya soal penyimpanan, dr. Tan juga menyoroti cara mengolah daging agar tetap menyehatkan. Ia menyarankan penggunaan rempah-rempah alami seperti kayu manis, kunyit, cengkeh, dan jahe, yang tak hanya memperkaya rasa tapi juga berperan sebagai antioksidan alami.

"Rempah-rempah ini bisa menambah cita rasa sekaligus berperan sebagai antioksidan alami. Sebaliknya, bumbu olahan seperti saus botolan dan kecap sebaiknya dibatasi," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa bumbu alami juga membantu mengurangi konsumsi zat tambahan yang tidak dibutuhkan tubuh. Ia menyarankan untuk menghindari metode memasak yang berisiko, seperti menggoreng dan membakar, karena dapat menghasilkan zat berbahaya.

Sebagai informasi, dr. Tan Shot Yen lahir di Beijing pada 17 September 1964. Ia dikenal sebagai pendiri Dr Tan Wellbeing Clinics dan Remainlay Special Needs’ Health, yang aktif mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat berbasis pangan alami.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan