Berbeda dengan BLACKPINK yang Hujan-hujanan, IVE Memilih Berteduh saat Konser di Tengah Hujan Deras
Perbedaan mencolok IVE dan BLACKPINK saat konser di tengah hujan deras yang tidak dapat diprediksi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tidak jarang Konser K-Pop harus dilakukan saat Hujan Deras karena cuaca tidak bisa diprediksi.
Jang Won Young , yang sering disebut sebagai "putri K-pop," menjadi sasaran kecaman di media sosial karena video viral yang membandingkan penampilan IVE di tengah Hujan dengan Konser BLACKPINK yang diguyur Hujan.
Video tersebut telah ditonton hampir 3 juta kali dan memicu perdebatan sengit di antara para Penggemar IVE dan BLACKPINK.
Klip yang dimaksud memperlihatkan IVE tampil di bawah Hujan lebat selama festival universitas, terlindung oleh terpal besar di atas panggung, sementara ribuan Penggemar berdiri basah kuyup di antara penonton di bawah.
Kontras visual ini langsung memunculkan perbandingan dengan tur 'BORN PINK' milik BLACKPINK, khususnya Konser mereka di New Jersey dan Hanoi, di mana keempat member menari dan bernyanyi di tengah Hujan Deras tanpa penutup, yang sangat dikagumi oleh Penggemar di seluruh dunia.
Khususnya, YG Entertainment dilaporkan awalnya berencana untuk menghentikan Konser di New Jersey karena cuaca buruk, tetapi BLACKPINK bersikeras melanjutkan pertunjukan, memilih tampil sebagai bentuk solidaritas dengan para Penggemar mereka yang basah kuyup.
Rose bahkan menggambarkan akhir Konser di Hanoi yang diguyur Hujan sebagai kenangan yang akan selalu dia hargai.
Atas dasar ini, para kritikus online menuduh Jang Won Young lebih mengutamakan penampilannya daripada pengalaman Penggemar.
Komentar beragam, mulai dari, "Dia hanya peduli dengan riasannya," hingga "BLACKPINK mengutamakan BLINK, itulah mengapa mereka menjadi idola global."
Namun, banyak Penggemar yang langsung membela IVE. Mereka menunjukkan bahwa acara yang dimaksud adalah festival universitas gratis, tidak seperti Konser BLACKPINK yang mengharuskan membayar tiket, di mana ekspektasi Penggemar dan kewajiban artis sangat berbeda.
Selain itu, menggunakan tempat berteduh Hujan bagi artis selama acara sekolah merupakan prosedur standar untuk memastikan keselamatan dan perlindungan peralatan.
Para pendukung juga mengecam gelombang kebencian itu sebagai sesuatu yang tidak proporsional dan tidak dapat dibenarkan, dengan alasan bahwa membandingkan dua jenis pertunjukan yang sangat berbeda adalah menyesatkan.
Mereka mencatat bahwa Jang Won Young telah lama menjadi sasaran kritik yang berlebihan, dan situasi ini hanya membuktikan lebih jauh bagaimana kebencian di internet dapat meningkat secara tidak adil.
Meskipun mendapat reaksi keras, viralnya video tersebut telah menghidupkan kembali diskusi yang lebih luas tentang perlakuan terhadap idola, standar penampilan, dan pengawasan ketat yang terkadang ditujukan kepada idola wanita, terutama mereka yang terkenal seperti Jang Won Young.***
Editor : Irma Nurfajri


