TKD dan BPD Mantapkan Kemenangan

Pencoblosan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019 menyisakan waktu sekitar 40 hari lagi. Kedua kubu sudah menyusun strategi dengan memanfaatkan waktu yang singkat ini guna memantapkan kemenangan di

TKD dan BPD Mantapkan Kemenangan

INILAH, Bandung-Pencoblosan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019 menyisakan waktu sekitar 40 hari lagi. Kedua kubu sudah menyusun strategi dengan memanfaatkan waktu yang singkat ini guna memantapkan kemenangan di setiap daerah.

Tak terkecuali di tingkat Provinsi Jawa Barat, Tim Kemenangan Daerah (TKD) Joko Widodo-Maruf Amin (Jokowi-Maruf) dan Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun telah pasang ancang-ancang menyambut 40 hari jelang pencoblosan.

Ketua TKD Paslon Nomor Urut 01 di Jabar, Dedi Mulyadi mengatakan, menjelang 40 hari ibarat menunggu seorang istri yang hendak melahirkan anak. Artinya, tak boleh lengah dan harus selalu didampingi.

"Kalau menjelang 40 hari itu punya bini (istri) jangan ditinggalin, yah. Deketin. Karena sebentar lagi selesai itu 40 hari masa menunggunya," ujar Dedi usai menghadiri Deklarasi Pemilu Damai 2019, di Sudirman Grand Ballroom, Jalan Sudirman, Kota Bandung, Senin (11/3/2019).

Dedi katakan, pihaknya sudah memiliki pengalaman di masa 40 hari. Dia sendiri pernah mencalonkan sebagai Wakil Gubernur Jabar pada Pilgub 2018. Hal itu akan dijadikan salah satu gambaran pada Pilpres 2019 inu.

"Kita kan sudah biasa nangani pemilu, dari mulai pilkades, pilgub, kemudian pileg. Sudah tahun bagaimana cara menjelang 40 hari," katanya.

Dedi pun mengomentari terkait hasil survei internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, di mana paslon nomor urut 02 unggul sebanyak 54 persen. Sedangkan, Jokowi-Maruf di kisaran 40 persen. Hal itu seperti yang disampaikan Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Ya kalau sudah mengklaim 54 persen enggak usah lagi 'kukurusukan' ke Tasik atau ke Bandung. Tinggal tidur saja. Kalau sudah meyakini menang artinya tinggal santai saja dan saya akan kerja," kata Dedi.

Disinggung apakah hasil survei BPN tersebut masuk akal, menurut mantan Bupati Purwakarta ini memang tidak perlu menggunakan akal. Justru pengakuan tersebut diklaim oleh akal sendiri.

"Bagi saya apapun pengakuannya, apapun surveinya, apapun risetnya yang penting kerja. Pokoknya Pak Jokowi di Jabar menang," jelasnya.

Dedi pun menilai, meskipun di 40 hari jelang pencoblosan ini tensinya mulai naik, namun Jawa Barat masih cenderung kondusif. Jikapun ada pecikan perbedaan pendapat politik, itu hanya terjadi pada media sosial dan segelitir elit.

"Santai saja, yang ribut itu cuman medsos. Yang ribut cuma elit. Masyarakat mah enggak raribut. Yang ribut mah elit saja, sekarang ribut tentang pilpres. Setelah menang pilpresnya ribut lagi pengen jadi pejabat," katanya.

Di lokasi yang sama, Sekretaris BPD paslon nomor urut 02 di Jabar Haru Suandharu mengatakan, pihaknya tidak akan underestimate pada 40 hari menjelang pencoblosan Pilpres 2019. Di mana tensi dan ritme di setiap daerah akan lebih ditingkatkan.

"Karena dengan target 70 persen itu kita harus menang mutlak di semua wilayah. Jadi saya kira semua wilayah kita garap," ujar Haru.

Dia menegaskan, tak akan ada daerah yang lebih difokuskan di Jabar ini. Menurut dia, seluruh kota dan kabupaten harus dimaksimalkan. "Karena kalau untuk posisi (target) 70 persen enggak mungkin ada yang dominan dan enggak dominan. Kita minta semua harus kerja keras," katanya.

Dia sampaikan, berdasarkan survei internal hingga Januari 2019 masih terpaut margin 10 persen antara Prabowo-Sandi dan pihak lawan. Karena itu, akan terus digenjot minimal unggul dengan selisih 30 persen.

"Saya bilang kan waktu awal kita kick off selisihnya hanya 1 persen. Dalam waktu 2 hingga 3 bulan sudah 10 persen. Saya minta terus ditingkatkan. Saya bilang ini belum BEP (Break Even Point), BEP-nya kan 60 persen waktu (Pilpres) 2014 (Prabowo-Hatta Rajasa)," paparnya.*


Editor : inilahkoran