Tol Getaci Tetap Berlanjut, Pembangunan Difokuskan dari Gedebage ke Tasikmalaya
Pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) dipastikan terus berjalan. Hanya saja, pengerjaannya dilakukan secara bertahap dengan fokus awal dari Gedebage hingga Tasikmalaya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung — pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) dipastikan terus berjalan. Hanya saja, pengerjaannya dilakukan secara bertahap dengan fokus awal dari Gedebage hingga Tasikmalaya.
Proyek tol yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Daftar PSN. Rencana pembangunannya telah disusun sejak 2020, namun sempat mengalami beberapa kali kegagalan lelang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, pengerjaan bertahap ini bukan berarti proyek mengalami pemangkasan.
“Masih dalam kajian kita ini kemudian dipangkas sampai dengan Tasik, saya pikir bukan masalah pemangkasan ya, tapi pembangunan secara bertahapnya,” ujar Dedi, Kamis 16 Oktober 2025.
Dedi menuturkan, penetapan lokasi proyek tetap sesuai rencana awal yang membentang hingga Cilacap. Bahkan dalam jangka panjang, ruas tol ini akan tersambung sampai ke Yogyakarta.
“Kalau secara penetapan lokasi itu ditetapkan sampai ke Cilacap, sampai Jogja malah ke depan. Itu sudah ada proyeksi sampai ke Jogja nyambungnya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, tahap pertama pembangunan akan dimulai dari Bandung menuju Kabupaten Bandung, Garut, hingga Tasikmalaya. Segmen ini menjadi bagian penting untuk menguji potensi jalur selatan Jawa Barat yang selama ini belum memiliki infrastruktur tol berskala besar.
“Cuman memang proses pembangunannya bertahap, ada beberapa koridor yang diprioritaskan. Dimulai dari Bandung, kemudian ke Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Tasik dan seterusnya,” katanya.
Menurut Dedi, proyek ini membutuhkan investasi besar karena merupakan tol pertama yang melintasi kawasan selatan Jawa Barat.
“Cukup besar anggarannya, karena kan baru pertama di wilayah Jabar Selatan,” ucapnya.
Meski begitu, tantangan utama dalam pembangunan Tol Getaci adalah menarik minat investor. Potensi ekonomi wilayah selatan dinilai besar, namun belum sebanding dengan tingkat pergerakan lalu lintas di jalur utara.
“Sebetulnya lelang ulang itu sudah lama dari 2019 sudah terus bertahap. Tinggal di-upgrade lagi mungkin dengan skema yang baru, dengan ruas yang baru itu mungkin dilelang ulang supaya bisa tertariklah investor ya,” tutur Dedi.
“Karena kan hitungan bisnisnya kalau Jabar Selatan enggak begitu tinggi dibanding dengan jalur utara,” sambungnya.
Sebagai informasi, Tol Getaci dirancang sepanjang 206,65 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp56,2 triliun. Tahap awal sempat disederhanakan menjadi 108 kilometer hingga Ciamis dengan nilai Rp37,64 triliun. Hingga kini, belum dipastikan besaran biaya pembangunan segmen hingga Tasikmalaya.***
Editor : JakaPermana

