TPAS Sarimukti Ancam Ekosistem Sungai Citarum, DPRD Jabar Desak Akselerasi Pembangunan TPPAS Regional Legoknangka
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady menilai TPAS Sarimukti Kabupaten Bandung Barat mulai mengancam ekosistem Sungai Citarum.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady menilai TPAS Sarimukti Kabupaten Bandung Barat mulai mengancam ekosistem Sungai Citarum.
Sebab, TPAS Sarimukti sudah mengalami krisis kapasitas, dan telah menimbulkan masalah bagi lingkungan serta kesehatan masyarakat sekitar.
Bahkan klaim Daddy, air lindi dari sampah TPAS Sarimukti, mulai mengalir ke Sungai Citarum.
"Kondisi overload TPA Sarimukti mengakibatkan peningkatan volume sampah yang tertampung secara tidak teratur, juga meningkatkan risiko kebakaran. Bahkan, air lindinya mengalir hingga ke sungai Citarum, yang tentu mengancam ekosistem. Tidak hanya ikan yang terancam, air yang tercemar ini juga membahayakan kesehatan masyarakat di sekitar DAS Citarum," ujar Daddy dalam keterangannya, Minggu 10 November 2024.
Daddy menegaskan, bahwa ancaman kesehatan dan kerusakan lingkungan di sekitar TPA Sarimukti akan semakin serius jika masalah ini tidak segera ditangani.
Menurutnya, para ahli dan aktivis lingkungan sudah lama mendesak agar pemerintah mempercepat pengoperasian TPPAS Regional Legoknangka, Kabupaten Bandung, sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan sampah di Bandung Raya dan sekitarnya.
"Pengoperasian TPA Legoknangka sebagai solusi jangka panjang adalah keniscayaan. Kita tidak ingin kejadian seperti tragedi Leuwigajah terulang kembali," ucapnya.
Daddy menjelaskan, bahwa TPPAS Legoknangka dirancang dengan kapasitas lebih besar, serta dilengkapi fasilitas pengelolaan sampah yang modern.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Namun, kendala teknis, administratif, dan pembiayaan telah mengakibatkan penundaan pengoperasiannya.
"Itu PR besar untuk siapapun yang menjadi Gubernur Jawa Barat hasil Pilkada pada 27 November 2024 nanti," tambah Daddy.
Lebih lanjut, Daddy juga menekankan pentingnya untuk tidak hanya fokus pada TPPAS Legoknangka. Pemprov Jawa Barat juga perlu menindaklanjuti proyek serupa di wilayah lainnya, guna mengantisipasi permasalahan sampah yang terus meningkat.
"Masih banyak peluang yang belum tergarap. Ada Ciwaringin di wilayah Ciayumajakuning dan usulan TPA Regional di wilayah Karawang, Purwakarta, hingga Bekasi yang harus ditindaklanjuti," kata Daddy.
Editor : Ahmad Sayuti
