Kembangkan Landfill Mining di TPAS Sarimukti, Pemprov Jabar Targetkan 70 Ton Sampah Bisa Diolah
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan, pihaknya kini tengah mengembangkan mesin pengolahan sampah atau landfill mining di TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan, pihaknya kini tengah mengembangkan mesin pengolahan sampah atau landfill mining di TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Saat ini kata Sekda Herman, instalasi telah dipasang dan sedang dilakukan uji coba sebelum beroperasi penuh. Targetnya, alat tersebut perhari mampu mengolah 70 ton sampah di TPAS Sarimukti.
"Mesin sudah dipasang disana, ada mesin gerandongnya, ada inseneratornya, dan kemarin saya ke lapangan itu uji coba, seharinya rencana itu 70 tonan kalau enggak salah perhari. Hanya kemarin ada yang harus diantisipasi, mitigasi bencana kebakaran karena ada insenerator," ujar Sekda Herman dikutip Selasa 15 Juli 2025.
Meski dinyatakan aman oleh pembuat instalasi maupun Dinas Lingkungan Hidup, Sekda Herman mengaku tetap ingin ada opsi lain yang independen.
"Saya pengen di audit dulu sama yang independen. Saya telepon Rektor ITENAS, kita kan banyak balad. Rektor ITENAS, 1-2 hari langsung turun ke lapangan. Sekarang tim dari ITENAS sedang melakukan review untuk memastikan aman dari potensi bencana kebakaran karena ada insenerator," ucapnya.
Alat landfill mining ini lanjut dia, akan mengolah sampah lama di TPAS Sarimukti dengan mesin gerandong. Diolah dibagi dua, ada organik dan nonorganik. Organik hasilnya dijadikan kompos dan kemudian dipakai juga untuk menutup sampah yang baru.
"Kan di sana sanitary landfill. Kan sampah itu dalam ukuran tertentu harus langsung ditutup sama tanah. Bisa untuk menjadi penutup urugan itu.Bisa juga untuk pupuk. Itu yang organiknya. Yang nonorganiknya, dimasukin ke insenerator," ucapnya.
Saat ini lanjut Sekda Herman, inseneratornya sedang divalidasi, sedang diuji keamanan dari potensi kebakaran.
"Saya belum tanya ke Bu Kadis (DLH Jabar Ai Saadiyah Dwidaningsih) kalau itu sudah ya sudah. Karena di sana juga sudah operasional, tapi konteknya masih uji coba," katanya.
Sementara itu, untuk penggunaan zona baru yaitu zona lima saat ini sudah diisi oleh sampah-sampah baru. Kemudian ritasi dari 4 Kabupaten, kota tetap dijaga agar konsisten.
"Dan kita minta di hulunya juga mereka bekerja, di hilirnya kita di Sarimukti, itu zona 5," terangnya.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat saat ini tengah mempersiapkan mesin pengolahan sampah di TPPAS Regional Sementara Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Mesin tersebut dinamai landfill mining yang mampu memisahkan sampah organik dan anorganik yang baru untuk dijadikan pupuk dasar landfill, sedangkan sampah anorganik akan dibakar dalam insenerator yang dijanjikan minim polusi.
Sekda Herman mengatakan, mesin tersebut dapat mengolah sebanyak 72 ton sampah setiap harinya. Sampah tersebut akan dipilah dalam mesin tersebut menjadi sampah organic dan anorganik.
"Hari ini mulai pasang instalasi landfill mining sebuah teknologi untuk mengelola sampah eksisting agar menjadi pupuk dan sehari dapat 72 ton ya. Jadi insya Allah Sarimukti mulai minggu depan mulai operasional," ujar Herman, Senin (16/6/2025) silam.
Jika sampah di Sarimukti diolah sebanyak 72 ton setiap harinya, maka berpotensi untuk memperpanjang masa pakai Sarimukti dari tiga tahun menjadi tiga tahun setengah bahkan empat tahun. Sementara mesin tersebut akan diujicobakan selama tujuh bulan pertama ini. Jika berhasil dapat diterapkan di kota kabupaten di Bandung Raya.
"Mesin ini sebagai antisipasi, ini langkah antisipatif dari pak gubernur yang bekerjasama dengan yayasan insan masagi, Ahmad Husein dari Banyumas. Ini tindak lanjut pertemuan antara Pak Ahmad Husein dengan pak gubernur. Langsung konkret," ucapnya.
Menurut dia, biaya yang diperlukan dalam pengolahannya sekitar Rp 295.000 per ton sampah.
"Jadi Insya Allah ya dengan teknologi landfill mining ini ya kita bukan hanya mengelola sampah baru sampah lamanya juga kita kelola sehingga bisa mengurangi volume sampah Sarimukti tetapi tetap halo halo pada masyarakat jangan hanya mengandalkan di hilir tapi di hulunya juga harus diselesaikan," ungkapnya.
Terkait Sarimukti juga, Herman turut menggelar upacara Bersama DLH Jabar di Sarimukti. Dia sengaja menggelar upacara di depan tumpukan sampah agar menyadari bahwa saat ini sampah di Bandung Raya belum baik-baik saja bahkan di seluruh kota kabupaten di Jabar.
"Yang pertama jadi kita akan hadirkan lagi hati dalam mengelola lingkungan tentunya sampah, yang keduanya yang kita akan dorong yang kompetensi poktorolong tidak pakai lama," ucapnya.
Dia menambahkan, perihal pengolahan limbah di Sarimukti pun harus serius karena jika limbah di atas ambang batas itu resikonya ke masyarakat, ke kesehatan masyarakat, dan jiwa masyarakat.
"Pemprov Jabar harusnya berikan contoh soal sampah dan limbahnya dan Sarimukti soal limbah belum optimal makanya kita kerja keras kemarin Sarimukti harus memberikan contoh bagaimana sampah dan limbah dikelola dengan baik," tuturnya.
Gubernur kata Sekda Herman, seringkali menyampaikan pentingnya melestarikan lingkungan dan salah satunya sampah. Gubernur focus soal sampah ini jangan sampai Sarimukti meledak.
Sementara itu, Kepala Unit Pengelolaan Sampah Terpadu Regional Dinas Lingkungan Hidup Arief Perdana mengatakan, landfill mining tersebut masih dalam tahap persiapan. Dibutuhkan Waktu empat hari untuk perakitan instalasi mesin.
"Masih ujicoba skala kecil, kapasitasnya 72 ton/hari, gabungan antara mesin sorting dan insinerator. Rencananya 7 bulan untuk ujicoba landfill mining," tandasnya. ***
Editor : JakaPermana


