Selesaikan Permukiman Kumuh di TPAS Sarimukti, Dedi Mulyadi Turut Tawarkan Pekerjaan Jadi Petugas Kebersihan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengungkapkan, kawasan permukiman kumuh di areal TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat telah selesai.

Selesaikan Permukiman Kumuh di TPAS Sarimukti, Dedi Mulyadi Turut Tawarkan Pekerjaan Jadi Petugas Kebersihan
Kompensasi total senilai Rp150 juta dikeluarkan dari kocek pribadinya, supaya tidak ada lagi masyarakat yang bermukim di permukiman kumuh di areal TPAS Sarimukti. (yulianotno)

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengungkapkan, kawasan permukiman kumuh di areal TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat telah selesai.

Kompensasi total senilai Rp150 juta dikeluarkan dari kocek pribadinya, supaya tidak ada lagi masyarakat yang bermukim di permukiman kumuh di areal TPAS Sarimukti.

"Hari ini membereskan seluruh rumah kumuh yang ada di Sarimukti, tadi saya memberikan kompensasi hampir 150 rumah dengan nilai Rp150 juta. Mereka harus ngontrak atau pulang ke rumah masing-masing," ujar Dedi di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Senin 14 Juli 2025.

Dedi menegaskan, tidak ada larangan bagi masyarakat untuk bekerja di kawasan TPAS Sarimukti. Hanya saja pihaknya tidak berkenan, bila ada yang bermukim di sana.

"Prinsip dasar bekerja di Sarimukti boleh, tapi tidak boleh bermukim di kawasan Sarimukti dan kumuh," ucapnya.

Khususnya pada masalah kesehatan, karena ditemukan ada warga yang mengolah nasi dari beras yang dibuang di TPAS Sarimukti.

"Makan daging ayam, ayamnya mungut dari sampah. Ini kan harus dibenahi. Apakah itu problem ekonomi atau karakter, senangnya di situ," imbuhnya.

Bila yang menjadi masalah adalah pekerjaan, sampai ada warga yang bekerja dan bermukim di TPAS Sarimukti, Dedi mengaku siap memberikan pekerjaan.

Yakni menjaga tenaga kebersihan di sepanjang jalan milik provinsi, pada kawasan TPAS Sarimukti. Sebab diakuinya, di sana memang tengah kekurangan tenaga kebersihan.

"Saya tes dulu tiga bulan, kalau tiga bulan konsisten bisa bekerja dengan baik, maka beralih dari memungut sampah menjadi pembersih jalan," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani