Tragedi Ponpes Al Khoziny, Menko PMK Instruksikan Evaluasi Bangunan Pendidikan

Tragedi Ponpes Al Khoziny, Menko PMK Instruksikan Evaluasi Bangunan Pendidikan

Tragedi Ponpes Al Khoziny, Menko PMK Instruksikan Evaluasi Bangunan Pendidikan
menko pmk

INILAHKORAN - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keamanan bangunan pendidikan, termasuk pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah terulangnya tragedi serupa seperti robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/10/2025), Pratikno menegaskan bahwa peristiwa ambruknya bangunan ponpes Al Khoziny merupakan bencana non-alam akibat kegagalan teknologi, yang menelan korban jiwa terbanyak sepanjang tahun 2025.

“Ambruknya bangunan ponpes Al Khoziny harus menjadi perhatian kita semua agar tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ujar Pratikno.

Ia menjelaskan, aspek keamanan infrastruktur bangunan pendidikan menjadi topik utama dalam rapat tingkat menteri yang dipimpinnya di Jakarta, Jumat (10/10). Rapat tersebut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, BNPB, Basarnas, serta pemerintah daerah.

Menurutnya, diperlukan sinergi lintas instansi untuk memastikan setiap bangunan pendidikan dan keagamaan di Indonesia memiliki struktur yang aman, layak, dan memenuhi standar teknis konstruksi.

“Perlu dilakukan penguatan koordinasi antarinstansi agar setiap proses pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan dapat memenuhi persyaratan teknis serta diawasi secara ketat,” tegasnya.

Pratikno juga memberikan apresiasi terhadap kinerja tim SAR gabungan yang telah bekerja cepat dalam proses evakuasi dan penyelamatan para santri korban ambruknya bangunan ponpes Al Khoziny. Ia menilai, penanganan darurat sejak hari pertama menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam merespons bencana dengan cepat dan sigap.

“Keselamatan anak-anak di sekolah dan pesantren adalah prioritas utama. Tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan bangunan yang digunakan sebagai tempat belajar,” ujarnya.

Tragedi ambruknya bangunan tiga lantai ponpes Al Khoziny pada 29 September 2025 telah menewaskan 67 orang santri dan menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar lebih serius dalam memastikan keamanan fasilitas pendidikan di Indonesia.


Editor : Firda Rachmawati