Tragis! Disuruh Beli Telur Tapi Tak Kembali, Pria Ini Tewas Usai Diteriaki Maling
Korban dibiarkan terbaring di depan kontrakan. Ketika AS mencoba membangunkan MR beberapa jam kemudian, korban ditemukan tak bernyawa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Seorang pria berinisial MR ditemukan meninggal dunia di depan rumah kontrakan di kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa ini kini tengah diselidiki oleh Polres Metro Jakarta Selatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengonfirmasi laporan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa insiden bermula dari kejadian pada Senin (25/11/2024) pukul 14.30 WIB, ketika saksi berinisial AS meminta korban untuk membeli telur. Namun, MR tidak pernah kembali.
Beberapa waktu kemudian, AS mendapatkan informasi melalui grup obrolan bahwa MR berada di sekitar Stasiun Bekasi.
Bersama saksi lain, MF, AS mendatangi lokasi pada Senin (2/12/2024) pukul 22.30 WIB. Ketika bertemu dengan MR, korban mencoba melarikan diri, sehingga AS berteriak "maling motor." Teriakan itu memicu amukan massa yang akhirnya menangkap korban.
MR kemudian dibawa kembali ke kontrakan AS pada Selasa dini hari (3/12/2024) dalam kondisi terluka, dengan tangan dan kaki terikat tali rafia. Korban dibiarkan terbaring di depan kontrakan. Ketika AS mencoba membangunkan MR beberapa jam kemudian, korban ditemukan tak bernyawa.
Kanit Reskrim Polsek Tebet, AKP M Suwarno, mengungkapkan bahwa MR adalah seorang pekerja yang menjual telur gulung dan telah bekerja selama enam bulan. Peristiwa ini bermula dari tugas membeli bahan dagangan yang tak ia selesaikan.
"Korban adalah tukang telur gulung. Dia disuruh beli telur oleh bosnya, tetapi tidak kembali," jelas Suwarno.
Saat ini, polisi tengah mendalami kejadian tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi. Jasad korban telah dibawa ke RSCM untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
“Kami masih menyelidiki dugaan pemukulan oleh massa, serta memastikan apakah benar korban terlibat pencurian. Fokus utama saat ini adalah mengungkap penyebab kematiannya,” kata Suwarno.
Editor : Firda Rachmawati

