Tragis! Korban Begal di Babakan Ciparay Bandung Malah Diamuk Massa

Seorang pria yang diduga kuat merupakan korban pembegalan justru menjadi bulan-bulanan warga

Tragis! Korban Begal di Babakan Ciparay Bandung Malah Diamuk Massa
Evakuasi pria yang merupakan korban begal

INILAHKORAN.ID - Sebuah insiden memilukan sekaligus memprihatinkan kembali terjadi di Kota Bandung. Seorang pria yang diduga kuat merupakan korban pembegalan justru menjadi bulan-bulanan warga di daerah Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Kamis (7/5/2026) dini hari.

​Kejadian fatal ini dipicu oleh tindakan licik pelaku begal yang berteriak 'begal' ke arah korbannya, sehingga memancing massa yang tidak mengetahui kronologi aslinya untuk menyerang korban.

​Viral di Media Sosial: Korban Dievakuasi Menggunakan Tandu

​Dalam unggahan di Instagram @radityar1zky, memperlihatkan momen menegangkan evakuasi korban. 

Di video tersebut tampak seorang pemuda dengan kaus hitam dan celana jin tergeletak di atas tandu.

​Kondisinya terlihat lemah, dengan wajah yang menunjukkan tanda-tanda trauma fisik. Warga sekitar dan beberapa petugas terlihat membantu proses pemindahan korban, di tengah kerumunan yang ramai di lokasi kejadian yang gelap.

​Kronologi Kejadian: Teriakan Licik Pelaku Begal

​Berdasarkan keterangan yang menyertai unggahan tersebut, kejadian bermula saat korban dihentikan oleh pelaku yang bermaksud merampas kendaraannya. Namun, dalam situasi terdesak, pelaku dengan cerdik membalikkan keadaan.

​Pelaku berteriak 'Begal! Begal!' sambil menunjuk ke arah korban. Teriakan tersebut memicu kesalahpahaman fatal. Massa yang berada di sekitar lokasi langsung bereaksi membela diri dan menghakimi korban yang disangka sebagai pelaku kejahatan.

​Akibatnya, korban yang sudah jatuh tertimpa tangga, harus mengalami luka-luka tambahan akibat diamuk massa.

Titik terang dari kejadian tragis ini baru terungkap setelah korban dievakuasi ke tempat aman dan perlahan sadar. 

Melalui komunikasi dengan korban, warga akhirnya menyadari telah melakukan kesalahan fatal dan bahwa pemuda yang mereka hakimi tersebut sebenarnya adalah korban pembegalan, bukan pelakunya.


Editor : Firda Rachmawati