Tren Adopsi Boneka Arwah Marak di Kalangan Artis, Ketua MUI: Kalau Disembah Syirik!

Belakangan ini tren mengadopsi boneka arwah (spirit doll) tengah marak di kalangan artis. Namun, tak sedikit yang menentang tren tersebut.

Tren Adopsi Boneka Arwah Marak di Kalangan Artis, Ketua MUI: Kalau Disembah Syirik!
Ketua MUI, Ustaz Cholil Nafis bahas soal spirit doll

INILAHKORAN, Bandung - Belakangan ini tren mengadopsi boneka arwah (spirit doll) tengah marak di kalangan artis. Namun, tak sedikit yang menentang tren tersebut.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis pun turut menanggapi adanya tren adopsi spirit doll tersebut di akun Instagramnya.

Cholil Nafis mengatakan jika boneka hanya dijadikan sebagai hobi, maka dalam Islam hukumnya diperbolehkan. Bahkan, hal tersebut terdapat dalam hadist Rasulullah SAW.

Baca Juga: Promosi Jabatan di Disdik Kabupaten Bandung, Djamu Kertabudi Sebut Pemkab Kecolongan

"Ya hukumnya boleh aja seperti hadits Siti Aisyah yg main boneka dan Rasulullah saw membolehkan bahkan dlm hadits lainnya Rasulullah senyum atas boneka milik Siti Aisyah yang berbentu kuda bersayap," kata Cholil Nafis.

Cholil Nafis berpendapat bahwa yang salah jika boneka tersebut dianggap sebagai anak manusia yang memiliki nyawa. Menurutnya, boneka yang sengaja dibeli dengan harga puluhan juta itu sangat berlebihan.

"Mubarzdzir dan israf yg hukumnya haram. Begitu juga klo boneka dijadikan persemayaman arwah atau makhluk halus maka hukumnya haram. Pastinya itu jin yang mungkin akan menjerumuskan," tuturnya.

Baca Juga: Buruan Daftar! Pembuatan Akun Kartu Prakerja Sudah Dibuka, Simak Cara Terbarunya

Tak hanya itu, ia menjelaskan apabila sampai menganggap boneka tersebut bisa mendatangkan kebahagiaan atau dianggap memberikan kekuatan itu sama saja dengan menyekutukan Allah SWT.

"Menganggap boneka mempunyai kekuatan yang dapat emberi keberuntungan dan kebahagiaan bahkan dikultuskan untuk mendapatkan rezeki dan ketenaran pastinya haram. Klo bonekanya disembah pasti itu syirik krn menyekutukan Allah SWT dg makhluk-Nya," ungkapnya.

Maka dari itu, Cholil Nafis menyarankan sebaiknya harta yang digunakan untuk merawat boneka-boneka itu diberikan kepada anak-anak yang tidak mampu.

Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Bahaya Adopsi Spirit Doll yang Kini Marak di Kalangan Artis

"Baiknya salurkan hartanya utk membantu anak tak mampu dan yatim atau piatu. Salurkan kasih sayangnya kpd keluarganya. Segeralah menikah dan sayangi keluarga atau anak asuhnya," tutupnya.***

 


Editor : inilahkoran