Tujuh Bulan di Mesir, Mahasiswa KBB Akhirnya Segera Pulang Usai Dibantu Ridwan Kamil 

Kesabaran dan usaha Sopyan Ganda Permana (42) dan Nurhayati (41) untuk bisa memulangkan anak sulungnya Riyan Muhammad Ridwan (23) dari Kairo, Mesir ke tanah air akhirnya berbuah manis.

Tujuh Bulan di Mesir, Mahasiswa KBB Akhirnya Segera Pulang Usai Dibantu Ridwan Kamil 

INILAHKORAN, Ngamprah - Kesabaran dan usaha Sopyan Ganda Permana (42) dan Nurhayati (41) untuk bisa memulangkan anak sulungnya Riyan Muhammad Ridwan (23) dari Kairo, mesir ke tanah air akhirnya berbuah manis.

Pasalnya, berita tentang kondisi Riyan Muhammad Ridwan telah sampai ke Gubernur Jawa Barat, ridwan kamil yang mendelegasikan Tim Jabar Quick Respons (JQR) untuk membantu kepulangan dirinya.

Seperti diketahui, Riyan Muhammad Ridwan merupakan mahasiswa asal Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo, mesir.

Pasca menyelesaikan pendidikannya dan menyandang gelar License (Lc), Riyan Muhammad Ridwan terpaksa masih harus bertahan dan tinggal di asrama mahasiswa Indonesia selama tujuh bulan lantaran kondisi keuangan keluarga yang tidak memungkinkan untuk membiayai kepulangannya.

Kabar bahagia itu disampaikan ayah Riyan Muhammad Ridwan, Sopyan Ganda Permana yang mengaku telah kedatangan Tim Relawan Gubernur Jawa Barat ridwan kamil (Jabar Quick Response) dan memberikan bantuan uang sebesar Rp 10 juta untuk tiket pulang sang anak dari mesir.

"Insya Allah,  anak saya ini akan pulang ke Indonesia pada 31 Agustus 2023 ini," ungkapnya kepada wartawan, Jumat 18 Agustus 2023.

"Kami sekeluarga terharu, sama sekali tak menyangka kalau pak gubernur menaruh perhatian teramat besar pada nasib anak saya," sambungnya.

Tak cukup sampai di situ, Sopyan yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi ojek online ini, berulang kali menyampaikan terima kasih kepada ridwan kamil atas ketulusannya membantu kepulangan anak sulungnya itu.

"Saya berterima kasih kepada pak gubernur yang telah memulangkan anak kami sehingga dapat kembali berkumpul dengan keluarga. Semoga Allah SWT dapat membalas kebaikan pak gubernur," ungkapnya.

Dengan bekal ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar mesir, Sopyan pun berharap, Ridwan bisa bermanfaat khususnya bagi KBB, Jawa Barat, dan umumnya Indonesia.

"Sebagai orang tua, tentunya kami ingin bekal ilmu yang dimiliki  Ridwan bisa digunakan untuk mengabdikan dirinya untuk agama, bangsa dan negara," ucapnya.

Ridwan merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Adiknya yang terdekat baru lulus SMA tahun ini, sementara satunya lagi masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Sebelum kuliah di universitas ternama di dunia tersebut, Ridwan menamatkan sekolah di Madrasah Aliyah (MA) Al Firdaus Cipatat, KBB.

Lantaran berprestasi akademik yang gemilang, Ridwan menjadi satu dari 9 siswa se-Bandung Raya yang mendapat bea siswa melanjutkan kuliah di Universitas Al-Azhar mesir. Bahkan, satu-satunya dari KBB.

"Dia (Ridwan) berangkat ke mesir pada tahun 2017. Di Universitas Al-Azhar, Ridwan mengambil Fakultas Syariah Islamiah," ujarnya.

Sopyan menyebut, biaya kuliahnya dari masuk sampai tamat ditanggung penuh pemerintah Indonesia. Hanya untuk biaya makan sehari-hari tidak gratis. Setiap bulan saya rata-rata mengirim uang Rp 1,5 juta.

"Alhamdulillah uang sebesar itu cukup, karena memang katanya biaya hidup di mesir tidak mahal. Terlebih, karena tinggal di asrama untuk biaya makan secara patungan," tuturnya.*** (agus satia negara)***


Editor : JakaPermana