Tumpukan Sampah Liar di Jalan Raya Gandasoli Bikin Risih Warga

Tumpukan sampah liar di Jalan Raya Gandasoli Kidul Desa Gandasari Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung, mengganggu para pengguna jalan dan juga warga sekitar. Tumpukan sampah menyebarkan bau tak sedap

Tumpukan Sampah Liar di Jalan Raya Gandasoli Bikin Risih Warga
INILAH, Bandung- Tumpukan sampah liar di Jalan Raya Gandasoli Kidul Desa Gandasari Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung, mengganggu para pengguna jalan dan juga warga sekitar. Tumpukan sampah menyebarkan bau tak sedap dan dikhawatirkan menjadi penyebab berbagai gangguan penyakit. 
 
Khoerunisa (39) salah seorang pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalan tersebut merasa tergangggu dengan tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap dan kerumunan lalat. Jalan itu mau tidak mau harus ia lewati setiap hari, mengingat anaknya memang sekolah di salah satu SD swasta yang juga berada di jalan tersebut.
 
"Merasa jijik dan risih, apalagi setiap hari saya antar jemput anak lewat jalan ini. Bau busuk menusuk hidung dan lalat yang berterbangan bikin mual mau muntah,"kata Khoerunisa, Senin (25/2/2019)
 
Khoerunisa mengaku tak tahu pasti sejak kapan tumpukan sampah itu ada disana. Namun yang pasti seringkali ia melihat pengguna jalan yang lewat membuang sampah di tempat itu. Otomatis, kian hari sampah ditempat itu semakin banyak karena jarang diangkut oleh petugas kebersihan.
 
"Mungkin warga sekitar sini juga buang sampahnya di tempat itu. Karena saya lihat daerah sini memang tidak ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Sebagai warga Kabupaten Bandung, saya prihatin melihat banyak sampah dimana mana," ujarnya.
 
Reni (30) warga lainnya mengatakan hal yang sama, setiap pagi dan siang ia antar jemput anaknya ke sekolah. Ia merasa miris dengan tumpukan sampah di tempat itu, selain jalan ramai, tak jauh dari tempat itu terdapat pangkalan ojek, warung dan rumah penduduk. Bahkan, tumpukan sampah itu juga melebar ke depan gerbang masuk perumahan Prima Amerta yang masih dalam pembangunan. 
 
"Kasihan warga disekitarnya, tak jauh dari tempat itu kan pangkalan ojek dan pemukiman. Kalau lama lama bisa kena gangguan kesehatan mereka itu. Saya juga yang cuma lewat suka mual dan kebayang bayang terus jijiknya,"kata Reni.
 
Reni dan Khoerunisa serta warga disekitar tempat sampah liar itu berharap pemerintah bisa menyediakan TPS yang memadai di sekitar pemukiman tersebut. Karena munculnya sampah liar ini akibat tak tersedianya TPS resmi.
 
"Tak hanya disini saja, TPS juga harus dibangun disemua dekat pemukiman warga lainnya. Soalnya saya sering lihat orang orang itu buang sampah sambil lewat di motor atau mobil. Itu berarti di rumah mereka enggak ada tempat sampah yang memadai,"ujar Khoerunisa.


Editor : inilahkoran