INILAHKORAN, Tamansari - Adanya kasus bayi stunting di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Cijeruk, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor pun membagikan 10 paket bantuan sarana pemasaran produk olahan peternakan untuk keluarga penerima manfaat (KPM).
KPM yang mendapatkan paket bantuan sarana pemasaran produk olahan peternakan juga termasuk ke dalam program keluarga harapan (PKH), yang sebelumnya sudah direkomendasikan oleh Dinas Sosial (Dinsos).
"Diskanak kembali memberikan 10 paket bantuan sarana pemasaran produk olahan peternakan (ayam) kepada 10 KPM warga tiga des di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Cijeruk," kata Kepala Diskanak Kabupaten Bogor Oetje Soebagdja kepada wartawan, Minggu, 12 Juni 2022.
Kepala Diskanak Kabupaten Bogor Oetje Soebagdja menuturkan selain bertujuan menurunkan angka bayi stunting, KPM peserta PKH diharapkan juga meningkat pendapatan ekonominya.
"Tujuan pemberian paket bantuan sarana pemasaran produk olahan peternakan ini selain menurunkan angka bayi stunting, KPH peserta PKH juga diharapkan tidak lagi menjadi masyarakat kategori miskin, karena usahanya maju dan pendapatan ekonominya meningkat," tutur Oetje.
Kabid Peternakan Romilah Nasution berharap makanan yang dikonsumsi masyarakat sekitar maupun Bumi Tegar Beriman bisa lebih sehat dan bergizi dengan diberikan stimulan paket bantuan sarana pemasaran produk olahan peternakan.
"Bayi itu termasuk dalam usia emas perkembangan, hingga harus diberikan makanan yang sehat dan bergizi, harapan kami masyarakat semakin sadar akan kebutuhan gizi anak-anaknya," papar Romilah Nasution.
Ia menambahkan, selain diberikan pelatihan pembuatan atau produksi makanan olahan peternakan, para KPM peserta PKH tersebut juga diajarkan manajemen usaha.
"Kalau program pemberian paket bantuan sarana pemasaran produk olahan peternakan berhasil menurunkan angka bayi stunting dan angka kemiskinan, bisa saja jumlah bantuan atau anggarannya ditambah oleh Pemkab Bogor," tambahnya. (Reza Zurifwan)