UMKM Center Solusi Penataan PKL Terdampak BRT di Kota Bandung
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan kehadiran UMKM center di 30 kecamatan akan menjadi solusi penataan bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak pembangunan jalur bus rapid transit (BRT).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan kehadiran UMKM Center di 30 kecamatan akan menjadi solusi penataan bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak pembangunan jalur bus rapid transit (BRT).
Fasilitas tersebut, disiapkan sebagai ruang usaha baru yang lebih tertata sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi warga.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyampaikan, tiga kecamatan akan menjadi lokasi peluncuran tahap awal sebelum program diperluas ke seluruh wilayah. UMKM center dirancang tidak hanya sebagai tempat kuliner. Tetapi juga sebagai pusat ekonomi kreatif, dan pembinaan UMKM.
“Insya Allah, bulan ini kita akan launching UMKM center. Dari total 30 kecamatan, tiga kecamatan akan menjadi percontohan awal. Program ini juga berkaitan dengan penataan jalur BRT, di mana para PKL yang terdampak akan kita alihkan dan fasilitasi melalui UMKM center,” kata Erwin pada Jumat 5 Desember 2025.
Sambung ia, dukungan bagi UMKM akan diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk sponsor dan program pemerintah. Namun, pihaknya masih menunggu keputusan final dari Kementerian Perhubungan untuk dukungan penataan wilayah terdampak BRT.
Ia menegaskan, UMKM center diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat dan merata di seluruh kecamatan. “Dengan UMKM center di 30 kecamatan, saya optimis pusat kuliner dan produk UMKM kita akan punya nilai lebih. Bukan lagi sekadar dianggap sampingan, tapi betul-betul menjadi sentra ekonomi yang tersebar di seluruh wilayah,” ucapnya.***
Editor : JakaPermana

