Umuh Muchtar Geram Terhadap Komnas HAM, Ini Alasannya!!
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar geram terharap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar geram terharap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
Umuh Muchtar bahkan menyebut Komnas HAM gegabah dan berbahaya setelah mendesak PSSI untuk membekukan seluruh aktivitas sepak bola seiring tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, 1 Oktober 2022 lalu.
"Itu gegabah ya, bahaya untuk membekukan persepak bolaan yang ada di Indonesia," kata Umuh Muchtar.
Umuh Muchtar menilai sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan pecinta sepak bola. Terbukti dari antusias yang ditunjukan di setiap pertandingan yang digelar.
"Dan ini tempat hiburan masyarakat bawah dan menengah atas juga. Sepak bola ini untuk mempersatukan bangsa persatuan kesatuan untuk silaturahmi, jangan salah. Kalau sampai dibekukan terus nanti dibekukan terus siapa yang membekukan dari FIFA kan pasti nanya, jangan lah. Kalau dibekukan nanti FIFA turun di banned 8 tahun mau jadi apa, nangis semua," geramnya.
Pria berkumis tebal ini yakin tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan bisa diselesaikan. Beberapa tersangka pun sudah mulai ditetapkan.
"Ini tinggal menyesalkan permasalahannya, cari siapa yang melanggar HAM. Dan sekarang yang bertanggung jawab kan itu pimpinan di atas nya, disitu juga kan ada bidang-bidang Exco semua pada diam, mereka harus diperiksa, bidang pertandingan juga ada. Jadi, jangan Ketua (Mochamad Iriawan) aja yang 'kekesek' itu bidang nya aja dulu pertanggungjawaban," tegasnya.
Sejauh ini, Umuh Muchtar mengatakan Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI sudah meminta untuk menggelar kongres luar biasa (KLB) sebagai bagian dari pertanggung jawaban atas tragedi di Stadion Kanjuruhan.
"Orang siapapun juga yang nanti jadi Ketua silakan gak ada masalah, cuma nanti di KLB itu bersihkan orang yang di dalam. Exco juga semua harus bersih. Di LIB, Komisaris-komisaris nya semua istirahat ganti sama yang muda. Banyak orang yang pintar dan banyak bekas pemain semua dilibatkan," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)
Editor : Ahmad Sayuti

