Unjani Wisuda 1.561 Mahasiswa, ini Sejumlah Lulusan Terbaik dengan IPK 4,00
Sebanyak 1.561 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) dari 10 fakultas dan 43 program studi (prodi) melaksanakan Wisuda Periode I Tahun Akademik 2024-2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Sebanyak 1.561 Mahasiswa dan mahasiswi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) dari 10 fakultas dan 43 program studi (prodi) melaksanakan Wisuda Periode I Tahun Akademik 2024-2025.
Dibagi dalam dua sesi, Wisuda tahun ini Unjani memberikan penghargaan kepada sejumlah lulusan terbaik yang meraih nilai sempurna, yakni Adiwignya Kartika.
"Wisuda Periode 1 Tahun Akdemik 2024-2025 ini kita bagi dalam dua sesi, yakni pagi dan siang," kata Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo saat ditemui, Kamis 8 Mei 2025.
Tak cuma itu, sambung Agus, pihaknya juga memberikan penghargaan kepada para lulusan terbaik tahun ini dari masing-masing prodi, lulusan terbaik tingkat universitas dan penghargaan Adiwignya Kartika.
Adapun sejumlah wisudawan yang dengan IPK tertinggi yakni Yanuar Firmansyah dari Pendidikan Sarjana Kelompok Ilmu Sosial Prodi Akuntansi dengan IPK 3,87, Salsabila Nadhif A. Gunawan dari Pendidikan Pasca Sarjana Kelompok Ilmu Sosial Prodi Manajemen dengan IPK 3,92.
Kemudian, Erwin Iriyanto Siagian dari Pendidikan Pasca Sarjana Kelompok Ilmu Eksakta Prodi Teknik Sipil dengan IPK 4,00 dan Aria Rahman dari Pendidikan Sarjana Kelompok Ilmu Eksakta Prodi Teknik Informatika dengan IPK 4,00 dan mendapat penghargaan Adiwignya Kartika.
"Jadi, mereka-mereka ini para wisudawan yang memiliki IPK 4,00 dan lulus tepat waktu. Kategori sarjana itu akan mendapatkan penghargaan Adiwignya Kartika," ujarnya.
"Karena memang tidak setiap Wisuda itu ada Mahasiswa yang memperoleh IPK 4,00 saat di Wisuda," sambungnya.
Pihaknya juga berkomitmen untuk terus menempa para Mahasiswa Unjani agar selama pembelajaran mereka tidak hanya mendapatkan hard skill, namun juga soft skill.
"Disiplin, loyal dan santun itu adalah bagian dari slogan kita, tagline kita di mana itu termanifestasikan ke dalam sikap dan perilaku dengan harapan nanti bisa diterapkan pada saat mereka berada di dunia kerja, dunia industri dan dunia usaha," katanya.
"Sehingga disenangi oleh lingkungannya, baik terhadap atasan dan bawahan sehingga karirnya akan terus baik," tambahnya.
Oleh karena itu, pihaknya menghadirkan berbagai program untuk menyiapkan para Mahasiswa, mulai dari Latihan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan (LDKK), program Pembinaan Agama dan Karakter (PPAK), program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), magang, Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan lainnya.
"Semua itu adalah bagian untuk menyiapkan para Mahasiswa ketika mereka lulus, sehingga mereka siap berada di dunia kerja," ujarnya.
"Tidak hanya siap pakai tapi juga siap digunakan," tegasnya.
Menurutnya, hal tersebut menjadi komitmen bersama dalam konteks link and match kesesuaian antara dunia pendidikan yang terpretasikan di dalam kurikulum.
"Kemudian dengan tuntutan kerja yang ada di dunia industri dan dunia usaha," ucapnya.
Agus pun tak memungkiri, maraknya lulusan-lulusan terbaik dari pelbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi tantangan tersendiri.
Bahkan, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) juga saat ini banyak bertransformasi untuk menyiapkan sumber daya manusia dengan berbagai pendidikan yang ada di dalamnya.
"Tapi kita di Unjani memang memiliki ciri khas, yakni memiliki pelatihan-pelatihan yang bersifat soft skill, karakter jati diri yang tentu membedakan kita dengan universitas yang lain," paparnya.
"Kalau universitas yang lain mungkin lebih banyak hard skill-nya kalau kita lebih banyak soft skill," tegasnya.
Selain itu, sebut Agus, hal tersebut juga sebagai ciri khas Unjani sebagai universitas milik TNI Angkatan Darat (AD) dengan visi Smart Military University dengan tagline disiplin, loyal dan santun.
"Inilah yang kemudian dalam perkembangannya rata-rata banyak dibutuhkan di dunia kerja tidak hanya hard skill tapi soft skill," sebutnya.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

