Update Terbaru: Korban Banjir dan Longsor Sumatera Tembus 442 Jiwa, Upaya Pencarian Dipercepat di Tiga Provinsi

Jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali meningkat. 

Update Terbaru: Korban Banjir dan Longsor Sumatera Tembus 442 Jiwa, Upaya Pencarian Dipercepat di Tiga Provinsi
Update korban meninggal banjir Sumatera

INILAHKORAN - Jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali meningkat. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Senin, total korban jiwa sudah mencapai 442 orang, sementara 402 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala BNPB Suharyanto mengungkapkan data tersebut dari Pos Pendukung Nasional di Tapanuli Utara. 

Ia menyebutkan bahwa di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 217 orang setelah tim SAR gabungan menemukan sejumlah korban yang sebelumnya hilang. 

Penyebaran korban meliputi wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Padang Sidempuan, Deli Serdang, hingga Kepulauan Nias.

Selain korban meninggal, 209 warga di Sumatera Utara masih belum ditemukan. Laporan kehilangan terus masuk ke posko-posko darurat yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.

Sementara itu di Aceh, tercatat 96 jiwa meninggal dunia dan 75 warga masih dicari. Bencana tersebut mempengaruhi 11 kabupaten/kota, mulai dari Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, hingga Nagan Raya. BNPB memperkirakan total pengungsi di wilayah ini mencapai sekitar 62.000 kepala keluarga.

Di Sumatera Barat, jumlah korban meninggal mencapai 129 jiwa, dengan 118 orang masih hilang dan 16 orang mengalami luka-luka. Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Solok, Pesisir Selatan, dan daerah terdampak lainnya. Jumlah pengungsi tercatat mencapai 77.918 jiwa.

BNPB memastikan seluruh unsur pemerintah daerah, TNI–Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta relawan tengah bekerja maksimal di hari ketujuh status darurat ini. Fokus utama meliputi percepatan pencarian korban hilang, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta pembukaan akses menuju wilayah yang masih terisolasi.


Editor : Firda Rachmawati