Usai Dibersihkan, Pokdarwis Cikalong Bakal Sulap DAS Cileuleuy Sepanjang 3 KM jadi Wisata Arung Jeram

Aksi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berinisiatif membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cileuleuy yang awalnya dipenuhi sampah menjadi mendapatkan apresiasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB.

Usai Dibersihkan, Pokdarwis Cikalong Bakal Sulap DAS Cileuleuy Sepanjang 3 KM jadi Wisata Arung Jeram
Pembersihan DAS itu dilakukan lantaran kawasan Sungai Cileuleuy sepanjang 3 kilometer bakal difungsikan sebagai wana wisata arung jeram. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Aksi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berinisiatif membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cileuleuy yang awalnya dipenuhi sampah menjadi mendapatkan apresiasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB.

Pembersihan DAS itu dilakukan lantaran kawasan Sungai Cileuleuy sepanjang 3 kilometer bakal difungsikan sebagai wana wisata arung jeram.

"Kita apresiasi inisiatif yang dilakukan Pokdarwis Desa Cikalong yang mau turun berjibaku membersihkan DAS Sungai Cileuleuy yang dulunya banyak sampah menjadi bersih," kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB David Oot, Senin 14 Oktober 2024.

David Oot menilai, dengan aksi positif tersebut artinya sadar wisata di masyarakat sudah tumbuh. Bahkan, jika hal itu benar-benar terealisasi maka bisa jadi pilot project penataan kawasan sungai yang awalnya banyak sampah menjadi destinasi wisata, bagi daerah lain.

"Pariwisata merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian desa sehingga perlu diberi perhatian lebih agar dapat berkembang dengan baik," ujarnya.

Guna mendorong sektor pariwisata, sambung David Oot, diperlukan berbagai upaya pengembangan pariwisata di mana
salah satunya ialah gerakan sadar wisata.

"Gerakan sadar wisata merupakan konsep yang melibatkan partisipasi berbagai pihak dalam mendorong iklim yang kondusif bagi perkembangan pariwisata," paparnya.

David Oot menyebut, gerakan tersebut bisa diwujudkan melalui adanya Pokdarwis yang menjadi aktor penggerak kepariwisataan desa.

"Keberadaan Pokdarwis sebagai suatu institusi lokal terdiri atas para pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab untuk menjamin pelaksanaan desa wisata," sebutnya.

Selain itu, mereka menjadi kelompok yang bergerak secara swadaya dan Pokdarwis melakukan pengembangan kepariwisataan berdasarkan potensi lokal dan kreativitas yang dimiliki oleh masing-masing desa.

"Di berbagai desa, Pokdarwis terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas program atraksi desa dan memunculkan sense of belonging masyarakat lokal terhadap kemajuan pariwisata di desa," ujarnya.

"Ini yang akan kami terus dorong di KBB, agar keberadaan Pokdarwis dapat mengoptimalkan potensi wisata di wilayahnya," tuturnya.

Saat ini, sebut David Oot, Sungai Cileuleuy yang berada di Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan, Bandung Barat bakal ditata menjadi sebuah destinasi wisata.

"Hal itu sedang dirintis oleh Pokdarwis Desa Cikalong, dengan langkah awal melakukan penataan kawasan dan pembersihan sampah," sebutnya.

Sekretaris Pokdarwis Desa Cikalong, Ujang Darlia mengaku, pihaknya ingin menjadikan kawasan Sungai Cileuleuy menjadi destinasi wisata air.

Pasalnya, aliran sungai yang bersumber dari sejumlah mata air tidak pernah surut meskipun di musim kemarau.

"Kami ingin menjadikan Sungai Cileuleuy sebagai wisata air sekaligus menjaga kelestarian lembur, karena sepanjang 3 km yang dilalui view-nya bagus," ujarnya.

"Ada pegunungan, perkebunan, dan area persawahan," terangnya.

Tak cuma itu, pihaknya saat ini tengah mencoba mengedukasi warga di sepanjang lintasan sungai agar jangan membuang sampah ke sungai.

Sehingga, Sungai Cileuleuy bisa bersih dari sampah plastik, sampah rumah tangga, dan sampah jenis lainnya.

"Untuk penataan yang telah dilakukan baru membangun tempat untuk tiket dan warung di titik star awal di RW 1," sebutnya.

Sementara lokasi finishnya sepanjang 3 km berada di RW 16 Kampung Cigoong. Sungai Cileuleuy memiliki lebar antara 2,5 sampai 3 meter dan kedalaman bervariasi, sehingga aman untuk olah raga air ataupun arung jeram.

"Targetnya semoga Januari 2025 bisa launching untuk wisata airnya. Sambil berjalan terus dilengkapi untuk arung jeram, karena pengadaan perahunya butuh proses," kata Ujang yang juga Ketua RW 16 Kampung Cigoong ini.


Editor : Doni Ramdhani