Usai Insiden Kanopi Ambruk, Warganet Keluhkan Tarif Parkir di Pasar Sehat Soreang
Warganet mengeluhkan terkait tarif parkir yang terbilang mahal di Pasar Sehat Soreang setelah adanya insiden kanopi ambruk yang menewaskan satu warga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Setelah insiden ambruknya kanopi beton di Pasar Sehat Soreang yang menewaskan satu orang, sorotan publik terhadap pengelolaan pasar tersebut terus bermunculan. Kali ini, sejumlah warganet mengeluhkan biaya parkir yang dinilai cukup mahal di kawasan pasar tersebut.
Keluhan tersebut muncul di kolom komentar salah satu unggahan Instagram milik Ali Syaqieb yang juga diunggah oleh akun resmi Pemerintah Kabupaten Bandung.
Warganet Keluhkan Tarif parkir
Dalam unggahan tersebut, beberapa pengguna Instagram menyampaikan pengalaman mereka terkait tarif parkir di Pasar Sehat Soreang.
Salah satu akun menuliskan keluhan mengenai pengelolaan parkir yang dianggap kurang baik.
“Pengelolaan ngasal. parkir mahal,” tulis akun @riksadipraja di kolom komentar.
Keluhan serupa juga disampaikan akun lain yang meminta agar tarif parkir tidak terlalu mahal.
“Pak wabup tolong uang parkirnya jangan terlalu mahal sampai Rp5000, kalau di mal aja per jam Rp3000,” tulis akun @liamius81.
Disebut Tetap Bayar Meski parkir Sebentar
Komentar lain juga menyebutkan bahwa pengunjung tetap dikenakan biaya parkir meski hanya berhenti sebentar di area pasar.
“Betul di hotel di Pasar Soreang parkirnya dibayar, pas mau pintu keluar parkir walaupun hanya setengah jam ataupun beberapa menit tetap parkir,” tulis akun @atihayitahrahmat.
Menurut warganet tersebut, kondisi ini membuat pengunjung merasa terbebani, terlebih jika mereka harus parkir lebih lama saat kondisi pasar sedang ramai.
Keluhan terkait parkir ini muncul di tengah sorotan publik terhadap kondisi pasar setelah kanopi beton di area Blok III Penggilingan ambruk pada Senin, 16 Maret 2026 sekitar pukul 12.30 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka. Para korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Soreang untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, aparat dari Polresta Bandung masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti runtuhnya kanopi beton tersebut dengan melibatkan tim Laboratorium Forensik dari Polda Jawa Barat.
Editor : Firda Rachmawati


