Pasar Sehat Soreang Baru 2 Tahun Diresmikan, Kini Ambruk dan Telan Korban Jiwa
Pasar Sehat Soreang diketahui baru diresmikan pada 7 Februari 2023 oleh Dadang Supriatna.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bangunan Pasar Sehat Soreang yang baru diresmikan sekitar dua tahun lalu kini menjadi sorotan setelah kanopi beton di area pasar tersebut ambruk dan menelan korban jiwa.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 16 Maret 2026 sekitar pukul 12.30 WIB di bagian Blok III Penggilingan pasar. Ambruknya kanopi beton menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.
Korban luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Soreang untuk mendapatkan perawatan medis.
Baru Diresmikan 2023
Pasar Sehat Soreang diketahui baru diresmikan pada 7 Februari 2023 oleh Dadang Supriatna. Saat itu, pasar tersebut diperkenalkan sebagai pasar rakyat modern yang diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Bangunan pasar ini berdiri di atas lahan sekitar 29.385 meter persegi dengan desain dua blok bangunan dan dua lantai.
Pasar tersebut juga memiliki sekitar 1.806 kios yang disediakan untuk para pedagang. Keberadaannya ditujukan untuk menampung pedagang dari Pasar Soreang lama serta pedagang kaki lima di sekitar kawasan pasar dan terminal.
Kanopi Beton Tiba-tiba Ambruk
Insiden ambruknya kanopi terjadi saat aktivitas jual beli di pasar sedang berlangsung. Runtuhan beton dilaporkan menimpa bagian depan kios dan memicu kepanikan di antara pedagang dan pengunjung.
Kapolresta Bandung Aldi Subartono mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Menurutnya, sekitar 13 kios terdampak akibat runtuhnya bagian kanopi beton tersebut.
“Benar adanya, ada beberapa kios, sekitar 13 kios yang atap bagian depan atau kanopinya rubuh,” ujar Aldi.
Polisi Selidiki Penyebab Ambruk
Saat ini, Polresta Bandung tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti runtuhnya kanopi beton tersebut. Proses penyelidikan juga melibatkan tim Laboratorium Forensik dari Polda Jawa Barat.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi konstruksi bangunan secara ilmiah serta mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian.
Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Ali Syaqieb yang meninjau lokasi kejadian menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut dan mengatakan pemerintah daerah masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian.
Editor : Firda Rachmawati
