Usai Seunghan RIIZE, Suga BTS jadi Sasaran Karangan Bunga Pemakaman Selanjutnya agar Dia Keluar dari Grup

Suga BTS jadi sasaran serangan dengan protes karangan bunga pemakaman agar dia keluar dari grup seperti Seunghan yang keluar dari RIIZE.

Usai Seunghan RIIZE, Suga BTS jadi Sasaran Karangan Bunga Pemakaman Selanjutnya agar Dia Keluar dari Grup
Karangan bunga kematian depan gedung HYBE yang ditujukan agar Suga keluar dari BTS.

INILAHKORAN, Bandung - Komunitas Penggemar K-Pop baru-baru ini dihebohkan dengan Penggemar RIIZE yang mengirimkan Karangan bunga pemakaman dan melakukan protes, menuntut Seunghan keluar dari Grup.

Kontroversi ini bermula dari keputusan SM Entertainment untuk mengembalikan Seunghan pada aktivitas Grup RIIZE setelah diskors selama 10 bulan. 

RIIZE yang debut pada September 2023 dengan tujuh member, dengan cepat melejit dan mendapatkan banyak Penggemar di seluruh Asia.

Namun, hanya 2 bulan setelah debut, Seunghan terpaksa menghentikan aktivitasnya karena bocornya foto-foto sensitif di masa lalu.

Selama setahun terakhir, RIIZE telah berpromosi sebagai Grup beranggotakan enam orang tanpa Seunghan.

Sebagian besar Penggemar di Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok, tiga pasar utama SM Entertainment, mendukung formasi enam member tersebut dan menentang kembalinya Seunghan.

Keputusan SM untuk mengizinkan Seunghan kembali menuai reaksi keras dari Penggemar RIIZE di dalam negeri. 

Sebagai bentuk protes, Penggemar mengirimkan 1.000 karangan bunga pemakanan yang menuntut Seunghan dikeluarkan dari Grup.

Menanggapi kegaduhan tersebut, SM mengumumkan kepergian Seunghan setelah Karangan bunga pemakaman memenuhi halaman gedung SM.

Insiden ini telah menjadi "legenda" di komunitas Penggemar K-Pop karena menandai sebuah kejadian langka di mana sebuah perusahaan hiburan besar harus mendengarkan tuntutan Penggemar

"Protes Karangan bunga pemakaman" telah menjadi istilah yang sedang tren di Korea saat inj. Meskipun metode ini efektif, namun menimbulkan banyak kekhawatiran.

Banyak yang berpendapat bahwa Penggemar RIIZE terlalu ekstrem. Meski Seunghan melakukan kesalahan, tindakan mengirimkan bunga duka dan menerornya secara mental itu tidak manusiawi. 

Bahkan, mantan member DAY6, Jae, juga mengecam tindakan tersebut, bahkan menyamakan tindakan mengirimkan karangan bunga pemakanan kepada artis itu dengan "percobaan pembunuhan".

Namun, artis lain telah menjadi korban protes kejam ini pada pagi hari Minggu, 20 Oktober 2024, ketika serangkaian Karangan bunga pemakaman dikirim ke kantor pusat HYBE dengan pesan yang menuntut Suga keluar dari BTS.

Pesan pada Karangan bunga pemakaman tersebut mengecam Suga dan mengkritik HYBE, bahkan melabeli rapper BTS itu sebagai penjahat. 

Ini merujuk pada kontroversi bulan Agustus tahun ini, saat Suga dituntut karena mengemudi dalam keadaan mabuk, dengan kadar alkohol dalam darah sebesar 0,227, kadar tertinggi di antara para idola K-Pop.

Akibatnya, Suga menghadapi reaksi keras dari publik dan disunting dari siaran oleh jaringan TV. Baru-baru ini, kasus tersebut berakhir dengan denda yang dijatuhkan kepada Suga.

Meskipun insiden tersebut tampaknya telah mereda, insiden tersebut kembali muncul dengan adanya protes pada pagi 20 Oktober 2024.

Di platform media sosial, netizen bereaksi dengan beragam pendapat. Sebagian setuju bahwa perlu ada hukuman yang lebih tegas bagi idola seperti Suga yang melanggar hukum.

Namun, mayoritas Penggemar BTS menentang penggunaan Karangan bunga pemakaman untuk menuntut dikeluarkannya Suga dari Grup

Kini, di hadapan HYBE, banyak Penggemar BTS yang mengirimkan truk dan memasang spanduk untuk mendukung Suga.

Nampaknya reaksi fandom terhadap skandal Suga BTS masih saling bertentangan.***


Editor : Irma Nurfajri