Ustaz Abdul Somad: Pahala di Bulan Ramadhan Bisa Hangus Karena Hal Ini
Ustaz Abdul Somad menjelaskan terkait hal yang bisa menghanguskan pahala Ramadhan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Ustaz Abdul Somad (UAS) mengingatkan umat Muslim bahwa seluruh pahala ibadah di bulan Ramadhan bisa lenyap dalam sekejap jika memiliki satu sifat buruk. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menghindari sifat ini agar tidak menjadi orang yang merugi di bulan suci.
“Hilang itu semua pahala, hangus,” ujar UAS dalam salah satu ceramahnya.
Menurut UAS, sifat yang bisa membuat pahala ibadah hilang begitu saja adalah hasad atau iri dengki. Ia menjelaskan bahwa hasad adalah dosa pertama yang dilakukan oleh iblis, yaitu tidak senang melihat Nabi Adam mendapatkan nikmat dari Allah.
Dampak Buruk Hasad dan Hasud
UAS mengutip penjelasan Imam Ghazali bahwa hasad adalah ketidaksenangan melihat orang lain mendapatkan nikmat. Jika seseorang mulai merasakan hasad, setengah dari pahalanya akan berkurang. Namun, jika hasad itu berkembang menjadi hasud—yakni berusaha agar nikmat orang lain hilang—maka seluruh pahala akan lenyap.
“Hati-hati dengan hasad, karena sesungguhnya hasad memakan seluruh amal,” tegas UAS.
Ia juga menegaskan bahwa sifat hasad bukan hanya berkaitan dengan akhlak, tetapi juga aqidah. Menurutnya, orang yang iri terhadap nikmat orang lain sejatinya sedang mempertanyakan keputusan Allah.
“Orang yang hasad terhadap nikmat orang lain sebenarnya sedang mengingkari yang memberi nikmat, bukan yang diberi nikmat,” jelasnya.
Cara Menghindari Hasad
Agar terhindar dari penyakit hati ini, UAS menyarankan agar setiap Muslim sering melakukan introspeksi diri. Jika merasa sakit hati atau kecewa saat melihat orang lain mendapatkan rezeki, itu tanda adanya hasad dalam diri.
“Jika ada hasad, segera istighfar,” sarannya.
Selain itu, ia juga menyarankan agar kita langsung mendoakan orang yang membuat kita iri. Dengan begitu, hati akan lebih bersih dan pahala tetap terjaga. Salah satu doa yang bisa dibaca agar terhindar dari hasad adalah:
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosa‐dosa kami dan dosa‐dosa saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang‐orang yang beriman. Ya Allah, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al‐Hasyr: 10)
Hasad yang Diperbolehkan
Meski demikian, UAS menyebut ada dua hal yang boleh membuat seseorang merasa "hasad." Jika ingin iri terhadap seseorang, maka sebaiknya terhadap mereka yang memiliki amalan tinggi.
“Hasadlah melihat anak penghafal Al-Qur’an, hasadlah melihat orang yang punya harta tapi digunakan untuk zakat, wakaf, infaq, dan sedekah,” ujarnya.
Ia merujuk pada sebuah hadits yang mengatakan bahwa hasad hanya diperbolehkan terhadap dua golongan: mereka yang diberi ilmu dan mengajarkannya sepanjang hari, serta mereka yang memiliki banyak harta namun menggunakannya di jalan Allah, seperti membangun masjid, pesantren, atau sekolah gratis.
Dengan memahami bahaya hasad dan cara menghindarinya, umat Muslim dapat menjaga pahala ibadahnya di bulan Ramadhan dan menjadi pribadi yang lebih bersyukur serta ikhlas.
Editor : Firda Rachmawati

