Viral Guru dan Staf di Bali Diminta Donasi untuk Banjir, Dipatok Dari Rp100 Ribu hingga Rp1,25 Juta
Viral edaran donasi di Bali untuk korban banjir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Seluruh guru aparatur sipil negara (ASN), non-ASN, dan staf sekolah tingkat provinsi di Bali diminta untuk memberikan donasi bagi korban bencana banjir yang melanda daerah tersebut. Besaran donasi bervariasi, mulai dari Rp100 ribu untuk staf golongan I hingga Rp1,25 juta bagi kepala sekolah.
Menariknya, instruksi ini tidak dituangkan dalam bentuk resmi seperti surat keputusan (SK), surat edaran, atau imbauan tertulis, melainkan disampaikan secara lisan.
Kepala SMAN 4 Denpasar, I Made Sudana, membenarkan adanya arahan tersebut. Ia menjelaskan, keputusan diambil setelah rapat bersama Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali.
“Iya, benar, itu hasil rapat di dinas kemarin. Rapat juga dihadiri Ketua MKKS,” kata Sudana dikutip Jumat 19 September 2025.
Gubernur Bali: Donasi Berdasarkan Gotong Royong
Menanggapi hal ini, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa donasi tersebut bersifat sukarela dan merupakan bentuk kepedulian bersama.
“Itu inisiatif kegotongroyongan. Karena ada bencana, apalagi musim hujan dari November sampai Februari, ya wajar kalau ada kebersamaan untuk membantu. Itu sukarela,” ujarnya di Pasar Kumbasari, Denpasar.
Koster juga menekankan bahwa besaran donasi tidak dipatok secara kaku. Ia bahkan mengaku menyumbang Rp50 juta, namun tetap menegaskan bahwa semua bergantung pada kerelaan masing-masing.
“Kalau nggak segitu juga tidak apa-apa. Nggak juga nggak masalah,” pungkasnya.
Instruksi donasi ini menuai perhatian publik karena disampaikan tanpa surat resmi, namun pemerintah daerah menekankan bahwa semangat utama adalah gotong royong untuk membantu warga terdampak banjir di Bali.
Editor : Firda Rachmawati

