Viral! Mahasiswi Unimal Ngaku Diusir Paksa dari Kos Sebelum Kontrak Habis
Media sosial tengah dihebohkan oleh kisah pilu seorang mahasiswi Universitas Malikussaleh (Unimal) yang mengaku diusir secara paksa dari tempat kos sebelum masa sewa berakhir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Media sosial tengah dihebohkan oleh kisah pilu seorang mahasiswi Universitas Malikussaleh (Unimal) yang mengaku diusir secara paksa dari tempat kos sebelum masa sewa berakhir. Cerita tersebut diunggah melalui akun TikTok @mystoryyy_1 dan langsung viral hingga memicu ribuan komentar warganet.
Dalam unggahannya, sang mahasiswi menyampaikan peringatan keras kepada calon penghuni agar tidak menyewa di kos yang berlokasi di Jl. Tgk Chiek Dipaloh, Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.
“Jangan ngekost di sini kalau nggak mau diusir kayak kami! Banyak korban pemerasan dan hal-hal tidak menyenangkan lainnya,” tulisnya dalam video yang sudah tersebar luas.
Ia mengaku dipaksa keluar dari kos dengan kondisi pintu kamar digembok, gagang pintu diganti, dan pagar utama dikunci. Akibatnya, ia terpaksa tidur di luar meski masih memiliki sisa masa sewa satu bulan.
Permasalahan bermula dari tuntutan biaya tambahan sebesar Rp500 ribu yang diminta pemilik kos untuk keperluan seperti penyedotan WC. Namun menurut korban, tanggungan tersebut seharusnya menjadi kewajiban pemilik, bukan penghuni. Saat dirinya menolak membayar, konflik pun memuncak.
Yang lebih mengejutkan, korban menyebut bahwa pemilik kos adalah salah satu aparat desa. Ia menduga, jabatan itu membuat sang pemilik merasa bebas bersikap semena-mena terhadap penyewa, khususnya mahasiswa perantauan.
Menanggapi laporan tersebut, pihak Humas Unimal dikabarkan telah mencoba memediasi. Namun, upaya tersebut ditolak oleh pemilik kos dengan alasan tidak memiliki waktu.
“Masih banyak kasus lain yang dialami penghuni. Kami memberanikan diri untuk bersuara agar tidak ada korban selanjutnya,” ujar sang mahasiswi.
Respons publik pun membludak. Warganet mengecam tindakan pemilik kos dan mendesak aparat berwenang turun tangan mengusut kasus ini. Banyak pula yang menyampaikan empati dan harapan agar korban segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan layak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemilik kos terkait tuduhan tersebut. Sementara itu, video kronologi dan sejumlah bukti yang diunggah korban terus menyebar luas di berbagai platform media sosial, menjadikan isu ini topik hangat di kalangan netizen.
Editor : Firda Rachmawati

