Vokasi Jadi Investasi di Sektor Industri
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta- Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur meyakini pendidikan vokasi menjadi investasi strategis untuk meningkatkan daya saing industri nasional, khususnya sektor furnitur dan pengolahan kayu.
Abdul Sobur menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat industri mebel dan kerajinan dunia.
Namun, dia menuntut berbagai upaya mulai dari kekayaan hutan yang dikelola secara lestari, ketersediaan bahan baku, kreativitas desainer, keterampilan perajin, hingga pengalaman pelaku usaha dalam menembus pasar ekspor.
“Pendidikan vokasi merupakan investasi strategis dalam membangun masa depan industri nasional,” katanya, Selasa (28/7).
Dia menilai, penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi menjadi kunci dalam menghadapi tuntutan pasar global yang semakin kompetitif.
Pasar internasional kini menuntut produk dengan kualitas konsisten, kepastian pasokan, legalitas bahan baku, keterlacakan (traceability), keberlanjutan, inovasi, serta kemampuan adaptasi industri.
menurutnya, penyelenggaraan Indonesia Furniture & Woodworking Industry Conference (IFWIC) 2026, Selasa (28/7) di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal, Jateng, menjadi contoh nyata kolaborasi dalam memperkuat vokasi sekaligus daya saing industri.
Abdul Sobur mengapresiasi peran Polifurneka yang tidak hanya menjadi tuan rumah IFWIC 2026, tetapi juga menunjukkan pentingnya pendidikan vokasi dalam membangun masa depan industri nasional.
“Kampus vokasi tidak hanya mencetak lulusan, melainkan menyiapkan generasi yang siap berkarya, berinovasi, dan menjawab kebutuhan industri,” katanya.
Ia menegaskan industri yang maju selalu bertumpu pada kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, mesin, teknologi, dan modal dapat diperoleh, tetapi integritas, disiplin, kreativitas, kepemimpinan, serta budaya kerja hanya dapat dibangun melalui pendidikan dan pembinaan berkelanjutan.
Ia optimistis Indonesia mampu memperkuat posisi sebagai salah satu pusat industri furnitur dan pengolahan kayu dunia dengan dukungan sumber daya alam, budaya, kreativitas, serta generasi muda yang siap melanjutkan pembangunan industri.(bsf)
Editor : Inilahkoran

