Volume Air Menyusut Parah, Ini Penampakan Waduk Jatigede

Waduk Jatigede salah satu waduk yang airnya menyusut akibat musim kemarau bahkan beberapa bangunan rumah warga sampai muncul ke permukaan

Volume Air Menyusut Parah, Ini Penampakan Waduk Jatigede

INILAHKORAN, Bandung - Setidaknya, ada tiga waduk di Provinsi Jawa Barat yang mengalami penyusutan akibat musim kemarau tahun ini.

waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang mengalami penyusutan dan menjadi yang terparah sejak dilakukan penggenangan. 

Bahkan hunian warga yang dibebaskan untuk pembangunan waduk Jatigede pada 2015 lalu, guna memperluas waduk kembali terlihat akibat kemarau.

Selain itu, waduk Sadawarna yang terletak di antara Kabupaten Subang dan Sumedang turut mengalami hal serupa. Padahal baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada Desember 2022 silam. Bahkan waduk tersebut kering kerontang, dampak cuaca ekstrem saat ini.

Situasi serupa juga dialami waduk Setupatok Kabupaten Cirebon, yang mengalami penyusutan volume air cukup drastis, dimana akhirnya berdampak tidak mampu mengairi lahan pertanian di kawasan tersebut.

Menyikapi situasi ini, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengakui, pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena bagian dari fenomena alam.

"Kekeringan terjadi dimana-dimana," ujarnya di Gedung Sate baru-baru ini.

Kendati demikian, dia memastikan Pemprov Jabar akan terus berusaha memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat selama musim kemarau ini.

"Intinya kami dari Pemprov mengirimkan air kepada mereka yang membutuhkan. Baik dari kabupaten/kota maupun provinsi," ucapnya.

Setidaknya sambung Bey Triadi, telah 12 juta liter air didistribusikan bagi masyarakat terdampak kekeringan ekstrem pada tahun ini.

"Provinsi sudah, melalui BPBD mungkin sudah 12 juta liter air yang sudah didistribusikan sampai hari ini. Semua cara kita koordinasikan," tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti