Volume Kendaraan Meningkat hingga 70 Persen, Kapolres Cimahi Terjun Langsung Urai Kemacetan di Lembang
Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto terjun langsung untuk mengurai kemacetan termasuk dengan skema lalu lintas satu arah atau One Way di kawasan Simpang Beatrix, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu 26 Januari 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto terjun langsung untuk mengurai kemacetan termasuk dengan skema lalu lintas satu arah atau One Way di kawasan Simpang Beatrix, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu 26 Januari 2025.
Hal itu dilakukan Tri lantaran pihaknya telah memprediksi adanya peningkatan arus lalu lintas pada momen libur panjang Isra Miraj dan Imlek 2025.
Kepadatan kendaraan terjadi dari arah Bandung menuju Jalan Raya Lembang di sejumlah titik. Bahkan, kepadatan juga terjadi di area objek wisata Farmhouse.
Tak cuma itu, kepadatan juga terjadi di Simpang Beatrix dari tiga arah. Yakni arah Jalanan Kolonel Masturi-Lembang, Lembang-Bandung, maupun sebaliknya Bandung-Lembang.
"Skema penanggulangan kepadatan kendaraan masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Kita terapkan skema one way jika terjadi penumpukan kendaraan," kata Tri.
"Namun, skema tersebut sifatnya situasional melihat kondisi di lapangan," sambungnya.
Selain itu, sebut Tri, Polres Cimahi juga terlah menyiapkan personel tambahan untuk mengoptimalkan jalannya pengaturan lalu lintas.
"Personel kita pertebal. Untuk menjamin kelancaran lalu lintas, khususnya di lokasi lokasi wisata," sebutnya.
Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Cimahi, Mulyadi Yusup menyebut adanya peningkatan lalu lintas di wilayah Lembang.
"Arus lalu lintas ada peningkatan dari arah kota Bandung ke Lembang. Tadi sudah melakukan CB One Way beberapa kali, Bandung Lembang itu sudah 3 kali," kata Yusup.
Yusup menyebut, peningkatan volume kendaraan mengalami peningkatan hingga 70 persen. Mayoritas, titik kepadatan terjadi di area objek wisata.
"Diperkirakan sekitar 70 persen peningkatan, tapi masih terkendali," tandasnya. ***
Editor : JakaPermana

