Pengamanan Aksi Unras, 714 Personel Gabungan Diterjunkan di Tiga Titik Cimahi-KBB

Sebanyak sebanyak 714 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait diterjunkan untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik strategis di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pengamanan Aksi Unras, 714 Personel Gabungan Diterjunkan di Tiga Titik Cimahi-KBB
Sebanyak sebanyak 714 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait diterjunkan untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik strategis di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

INILAHKORAN, Cimahi - Sebanyak sebanyak 714 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait diterjunkan untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik strategis di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hal itu dilakukan menyusul adanya rencana aksi unjuk rasa yang bakal dilakukan sejumlah elemen masyarakat pada Senin 1 September 2025 .

"Ratusan personel tersebut berasal dari berbagai satuan, antara lain Brigade Infanteri (Brigif), Armed, Kodim 0609, serta didukung oleh petugas pemadam kebakaran," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra di DPRD Kota Cimahi, Senin 1 September 2025.

Niko menuturkan, seluruh personel disebar di tiga lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan tinggi.

"Titik-titik yang menjadi fokus pengamanan adalah Mapolres Cimahi, Gedung DPRD Kota Cimahi, dan Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat," sebutnya.

Niko menjelaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari peningkatan kesiapsiagaan menyusul insiden yang sempat terjadi di Kota Bandung. 

Menurutnya kegiatan patroli rutin dan penjagaan intensif bakal terus dilaksanakan selama diperlukan.

"Kami akan menyesuaikan pola pengamanan dengan dinamika di lapangan," jelasnya.

"Penjagaan akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar dinyatakan aman dan kondusif," ucapnya.

Selain pengamanan, Niko jugamengimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

"Kami tidak melarang warga untuk menyampaikan pendapat. Namun, hal itu harus dilakukan dengan cara yang tertib dan damai, tanpa merusak fasilitas umum atau mengganggu ketertiban umum," katanya.

Tak cuma itu, Niko juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, mengingat maraknya penyebaran hoaks yang dapat memicu gangguan keamanan.

"Jangan mudah percaya pada isu yang belum tentu benar karena bisa berdampak luas terhadap stabilitas keamanan," jelasnya.

Meski begitu, hingga berita ini diturunkan baik di DPRD Kota Cimahi maupun Kabupaten Bandung Barat situasi terpantau aman dan kondusif.*** 


Editor : JakaPermana