Wabup Cirebon Instruksikan Camat Petakan Sampah Liar, PJU hingga Rutilahu
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman menginstruksikan seluruh camat di Kabupaten Cirebon untuk segera memetakan berbagai persoalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman menginstruksikan seluruh Camat di Kabupaten Cirebon untuk segera memetakan berbagai persoalan di wilayah masing-masing.
Pemetaan tersebut mulai dari sampah liar, penerangan jalan umum (PJU), rumah tidak layak huni (rutilahu), hingga jaringan gas rumah tangga. Pendataan tersebut menjadi dasar percepatan pelaksanaan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Pria yang lebih akrab disapa Jigus ini menuturkan penanganan sampah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Karena itu, setiap kecamatan diminta memiliki data yang akurat mengenai kondisi di wilayahnya, termasuk titik sampah liar, fasilitas pengelolaan sampah, serta desa yang telah menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
"Saya sudah minta seluruh Camat melakukan pemetaan. Jangan sampai nanti terjadi lagi sampah liar. Sampaikan posisi titik sampah liar di wilayah masing-masing kepada Dinas Lingkungan Hidup agar penanganannya tepat sasaran," kata Jigus, Minggu (5/7/2026).
jigus menjelaskan, berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 40 hingga 50 titik sampah liar di Kabupaten Cirebon. Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah setelah seluruh kecamatan menyelesaikan pendataan secara menyeluruh. Sementara itu, produksi sampah di Kabupaten Cirebon diperkirakan mencapai sekitar 1.200 ton per hari.
Selain mendata titik sampah liar, para Camat juga diminta menginventarisasi keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), serta desa yang telah menandatangani nota kesepahaman pengelolaan sampah dengan DLH.
Jigus juga mendorong Camat memanfaatkan potensi perusahaan di wilayah masing-masing melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung penyediaan sarana pengelolaan sampah.
"Kalau Camat mengetahui potensi perusahaan di wilayahnya, ajak berkolaborasi. Presentasikan kebutuhannya, sehingga CSR bisa membantu penyelesaian persoalan sampah," ujarnya.
Tak hanya persoalan sampah, dirinya juga menginstruksikan Camat memetakan kondisi PJU berdasarkan kewenangan jalan kabupaten, provinsi, pusat maupun desa. Pendataan juga dilakukan terhadap sekitar 12 ribu unit rutilahu serta pengembangan jaringan gas rumah tangga sebagai bahan penyusunan program pembangunan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, mengatakan pemerintah daerah saat ini fokus mengoptimalkan Program Kampung Bersih dengan mengaktifkan kembali TPS3R yang belum beroperasi serta memperkuat pengelolaan sampah di tingkat desa.
"Kami ingin mendorong Program Kampung Bersih agar berjalan lebih optimal. Karena itu diperlukan dukungan semua pihak, termasuk Camat dan pemerintah desa," kata Hendra.
Dia mengungkapkan masih terdapat sejumlah TPS3R yang belum beroperasi, termasuk satu dari tiga TPS3R di Kecamatan Susukanlebak. Selain itu, wilayah Ciwaringin, Gempol, Kapetakan, Suranenggala, dan Susukan masih memiliki volume sampah liar yang tinggi sehingga membutuhkan penanganan lebih intensif.
Hendra juga meminta para Camat menyusun proposal CSR kepada perusahaan di wilayahnya untuk membantu penyediaan sarana pengolahan sampah.
"Jangan selalu menunggu anggaran pemerintah. Manfaatkan potensi wilayah yang ada untuk mendukung program penanganan sampah, sehingga ada ikhtiar dan inovasi dalam menyelesaikan persoalan di lapangan," pungkasnya," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

