Wagub Uu Dorong Hari Anak Yatim Nasional

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mendorong agar ada bentuk nyata dalam memberikan penghormatan kepada anak-anak yang harus menjalankan kesehariannya tanpa ayah atau ibu.

Wagub Uu Dorong Hari Anak Yatim Nasional
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. (Rianto Nurdiansyah)

INILAH, Bandung- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mendorong agar ada bentuk nyata dalam memberikan penghormatan kepada anak-anak yang harus menjalankan kesehariannya tanpa ayah atau ibu.

Tidak semua orang memiliki struktural keluarga yang lengkap. Di antara kita, pastilah ada individu yang merasakan getir harus melewati waktu tanpa kehadiran orang tua.

Dalam ajaran Islam, anak yatim ini memiliki kedudukan yang terhormat seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Karena itu, negara pun harus memuliakan mereka dengan berbagai macam cara. 

"Hari ibu ada, hari santri juga ada. Makanya kami mendorong pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Pak Jokowi agar ada Hari Anak Yatim Nasional sebagai bentuk penghormatan kita kepada mereka, bentuk penghormatan negara kepada mereka," ujar Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum saat membuka Olimpiade Mini Anak Yatim , di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (7/7/2019)

UU sampaikan, sejauh ini pemerintah memang telah memberikan perhatian khusus kepada anak yatim, tak terkecuali Pemerintah Provinsi Jabar. Terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. 

Biro Pelayanan Sosial Provinsi Jawa Barat telah bekerjasama dengan Baznas Jawa Barat untuk menjamin pelayanan tersebut agar mereka pun memiliki masa depan yang gemilang. "Pemprov sangat memperhatikan, terutama masalah pendidikan dan kesehatannya," kata dia. 

Melalui penetapan tersebut, diharapkan semakin banyak pihak-pihak yang memperhatikan anak yatim bahkan hingga bisa mengenyam pendidikan tinggi. "Membahagiakan anak yatim pahalanya besar sekali. Anak yatim adalah orang terhormat, karena Rasul pun menghormati anak yatim," jelas Uu.

Adapun Olimpiade Mini Anak Yatim diselenggarakan Yayasan Ruang Sosial Bersama bekerjasama dengan D'Bardaks. Kegiatan sosial ini menghadirkan 260 anak yatim dari sejumlah panti asuhan di Bandung untuk diikutsertakan dalam berbagai pertandingan olahraga dan permainan tradisional.

Menurut Uu, digelarnya Olimpiade Mini Anak Yatim ini dapat menjadi ajang hiburan bagi mereka. Selain memberi kebahagiaan, menurutnya acara ini pun mampu mengasah ketangkasan dan keterampilan para penghuni panti sosial tersebut. 

"Olimpiade anak yatim ini luar biasa, kita bisa berbagi kebahagiaan dan keceriaan kepada mereka," katanya.

Uu pun mengusulkan agar kegiatan ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, menurutnya bukan tidak mungkin Olimpiade Mini Anak Yatim ini akan mencetak bibit-bibit atlet yang bisa mengharumkan nama bangsa di masa depan. 

"Kalau bisa olimpiade anak yatim ini berlanjut, seperti kegiatan-kegiatan olahraga yang lain. Bahkan bisa saja se-Jawa Barat dilaksanakannya, sebelumnya diawali kegiatan di tingkat kabupaten/kota," katanya. 

Sementara itu, Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA)-Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Yanto Mulya Pibiwanto menilai, kepedulian pemerintah terhadap anak yatim harus ditingkatkan lagi.

Sebagai contoh, dalam peringatan Hari Anak Nasional setiap 23 Juli, menurutnya anak yatim sama sekali tidak dilibatkan dalam segala hal. "Anak yatim juga kan anak bangsa, penerus bangsa," katanya. 

Dalam peringatan Hari Anak Nasional, menurut dia, pemerintah selalu melibatkan anak-anak yang notabene memiliki nasib lebih baik dibanding anak yatim. Padahal, sambung dia, yang lebih membutuhkan perhatian adalah anak yatim terutama yang tinggal di panti-panti apalagi jalanan. 

Dia menilai, nasib anak yatim terutama yang tinggal di panti asuhan harus menjadi pemikiran semua pihak. Selain tidak mendapatkan kasih sayang utuh dari keluarga, menurutnya tidak sedikit juga yang menjadi korban kekerasan. Tak hanya kepada anak yatim, dia pun mengeluhkan minimnya perhatian terhadap panti-panti yang mengurus anak yatim.

 "315 ribu anak tersebar di panti seluruh Indonesia. Namun, panti ini kurang diperhatikan," katanya. (Rianto Nurdiansyah) 


Editor : Bsafaat