Wakili Suara Petani, Tb Ardi Januar Sampaikan Kebutuhan Petani di KBB Langsung ke Wamentan

Agenda kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono ke Kabupaten Bandung Barat (KBB) dimanfaatkan Tb Ardi Januar untuk menyerap dan menyampaikan aspirasi para petani secara langsung kepada sesama koleganya di Partai Gerindra tersebut.

Wakili Suara Petani, Tb Ardi Januar Sampaikan Kebutuhan Petani di KBB Langsung ke Wamentan

INILAHKORAN, Ngamprah - Agenda kunjungan kerja Wakil Menteri pertanian (Wamentan) Sudaryono ke Kabupaten Bandung Barat (KBB) dimanfaatkan Tb Ardi Januar untuk menyerap dan menyampaikan aspirasi para petani secara langsung kepada sesama koleganya di Partai Gerindra tersebut.

Dalam kesempatan itu, bakal calon Bupati Bandung Barat itu mewakili para petani yang tergabung dalam DPD Tani Merdeka Indonesia dan DPD Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA) Jawa Barat di Kecamatan Cihampelas menyampaikan berbagai hal terkait kebutuhan para petani di KBB.

"Petani membutuhkan pembangunan irigasi, jalan usaha tani, fasilitas penyimpanan hasil panen, kredit pertanian, teknologi modern buat petani kecil dan menengah, pelatihan manajemen usaha tani, akses pasar, pelatihan agribisnis, kewirausahaan, dan pengenalan komoditas baru dengan nilai ekonomi tinggi," kata pria yang akrab disapa Kang Tebe ini, Minggu 28 Juli 2024.

Kang Tebe yang juga menjabat Wakil Sekjen DPP Gerindra menilai, para petani di Bandung Barat sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.

"Dengan kerja sama pemda dan pusat lebih baik, saya meyakini sektor pertanian KBB bisa lebih sejahtera dan berkelanjutan," ujarnya.

Kang Tebe mengaku, dirinya sudah berkeliling hampir ke seluruh wilayah di KBB  untuk 'belanja masalah' dalam beberapa bulan terakhir. Hasilnya, Kang Tebe bisa mengambil kesimpulan ada harapan sektor pertanian bisa bangkit. 

"Syaratnya pemimpin masa depan memahami masalah dan bisa menghadirkan solusi dan membuat inovasi," katanya.

Menurutnya, sektor pertanian merupakan tulang punggung Kabupaten Bandung Barat. Secara garis besar, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi sebesar 12,73 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2023, dengan nilai sebesar 7,2 triliun rupiah.

Kendati kontribusi ini signifikan, pertumbuhan sektor ini mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir, dengan perlambatan pertumbuhan sebesar 1,59 persen pada 2023.

"Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi pertanian yang sangat besar dengan berbagai komoditas unggulan, seperti padi, teh, kopi, dan hortikultura," ujarnya.

Kang Tebe menyebut, produksi padi mencapai 2.068 ton pada 2022, dicapai dari luas panen sebesar 578 hektar. Daerah utama penghasil padi ini ada di Kecamatan Gununghalu, Cipatat, dan Rongga. Sedangkan untuk komoditas teh dan kopi, Bandung Barat mengandalkan Kecamatan Lembang dan Parongpong. 

"Adapun produksi hortikultura, terutama cabai besar, mengandalkan daerah Lembang dan Cisarua," sebutnya.

Demikian pula dengan petani gurem, yang menguasai lahan kurang dari 0,5 hektar, mencakup sebagian besar petani di Kabupaten Bandung Barat. 

Dari total 156.815 rumah tangga usaha pertanian, sambung Kang Tebe, 143.092 di antaranya adalah petani gurem. Artinya, 91,25 persen dari total petani adalah petani gurem.

"Salah satu tantangan utama petani di KBB adalah kekeringan. Semua aspirasi petani selama saya keliling di KBB sudah saya sampaikan langsung ke Pak Wamentan," tandasnya.*** 


Editor : Ahmad Sayuti