Wali Kota Bandung Dorong Warga Jadi Garda Depan Mitigasi Banjir
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, menghadapi banjir tidak cukup hanya dengan gorong-gorong atau bendungan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, menghadapi banjir tidak cukup hanya dengan gorong-gorong atau bendungan. Solusi yang efektif harus dimulai dari keterlibatan warga, dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
“Banjir bukan hanya soal air, tapi juga tekanan lingkungan dan tata ruang yang belum optimal. Dengan sumur resapan, kolam retensi dan penghijauan, warga bisa merasakan manfaat langsung,” kata Farhan, Senin 16 Februari 2026.
Menurut ia, setiap program mitigasi harus membawa manfaat ganda. Warga tidak hanya aman dari banjir, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi. Kesadaran kolektif masyarakat, menjadi kunci agar mitigasi bencana berjalan efektif.
Program mitigasi yang dijalankan Kota Bandung, meliputi pembangunan deep infiltration well untuk menyerap air lebih dalam, sumur resapan dangkal, kolam retensi sebagai penampung sementara dan jalur hijau, taman tematik serta hutan kota.
“Setiap pohon dan sumur resapan adalah investasi keamanan warga. Ini bukan sekadar program teknis, tapi strategi membangun kota yang tangguh,” ucapnya.
Farhan juga menekankan pentingnya partisipasi aktif warga. Sumur resapan dan kolam retensi, hanya efektif jika dirawat masyarakat. Mitigasi bencana harus dimulai dari rumah, lingkungan hingga komunitas.
Selain fokus pada fisik dan lingkungan ditambahkan ia, pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari pembangunan kota berkelanjutan. “Banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tapi tanggung jawab bersama. Dengan mitigasi tepat, kota tetap aman dan nyaman bagi semua warga,” ujar dia.***
Editor : JakaPermana

