Wamenkes Dorong Pelacakan Kontak Erat, Pencegahan TBC Dinilai Perlu Diperkuat

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pencegahan TBC melalui pelacakan kontak erat perlu diperkuat. Jawa Barat dinilai memiliki capaian penemuan kasus

Wamenkes Dorong Pelacakan Kontak Erat, Pencegahan TBC Dinilai Perlu Diperkuat
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pencegahan TBC melalui pelacakan kontak erat perlu diperkuat. Jawa Barat dinilai memiliki capaian penemuan kasus

INILAHKORAN.ID – Penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Indonesia dinilai tidak cukup hanya melalui penemuan dan pengobatan pasien. Upaya pencegahan, terutama melalui pelacakan orang yang memiliki kontak erat dengan penderita, perlu diperkuat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus saat melakukan kunjungan kerja terkait penanggulangan TBC di Kota Tasikmalaya, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan diawali dengan menghadiri pelacakan TBC terintegrasi dan pemeriksaan kesehatan gratis di RW 15, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Benjamin hadir bersama Wakil Menteri Dalam Negeri III Akhmad Wiyagus, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.

Benjamin mengatakan, TBC merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan. Menurutnya, tingkat kesembuhan pasien dapat mencapai sekitar 95 persen apabila pengobatan dijalani secara disiplin dan tuntas.

"Di Indonesia ini kasus TBC-nya nomor dua di dunia," kata Benjamin.

Ia menjelaskan, pemerintah mendorong pelacakan TBC secara terintegrasi untuk menemukan orang yang berpotensi tertular, terutama anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien.

"Orang yang di rumahnya ada penderita TBC harus screening, harus dapat dan minum obat pencegahan," ujarnya.

Jawa Barat Dinilai Baik dalam Penemuan Kasus

Menurut Benjamin, Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan capaian penemuan kasus TBC yang cukup baik. Dari sekitar 231 ribu kasus yang tercatat, tingkat penemuan kasus disebut telah mencapai 97 persen, sedangkan capaian pengobatan lebih dari 93 persen.

"Untuk di Jabar perkara menemukan kasus sudah baik, dan sekarang menyusut," katanya.

Meski demikian, ia menilai aspek pencegahan masih perlu diperkuat. Pemerintah akan memperluas pendekatan jemput bola dengan mendatangi masyarakat secara langsung, termasuk keluarga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

"Mencegahnya ini masih kalah sama ngobatinnya. Sekarang kita mencegahnya dibagusin," ujar Benjamin.

Ia menegaskan, penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

"Program kita mencegah kontak yang sakit, dan pemerataan serumah harus diperiksa dan menyerbu ke desa, perkampungan, jangan nunggu mereka ke puskesmas, langsung jemput bola," katanya.

Benjamin menambahkan, pemerintah menargetkan Indonesia bebas TBC melalui penguatan gerakan lintas sektoral, seperti pendekatan yang dilakukan saat penanganan pandemi Covid-19.

"Karena ini prioritas Indonesia harus bebas TB, caranya seperti Covid serbu lintas sektoral semua turun ke lokasi," ujarnya.

Usai kegiatan di Kelurahan Cilembang, Benjamin melanjutkan agenda dengan memberikan arahan dan dialog interaktif di Aula RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Setelah itu, ia menghadiri wisuda Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya di Graha Mall Asia Plaza.***


Editor : JakaPermana