Waspada Hoaks Kesehatan di Media Sosial! Ini 5 Cara Memilah Informasi yang Benar

Banyak hoaks kesehatan disebar influencer hingga AI. Pelajari riset penyebabnya dan 5 cara terhindar dari informasi medis menyesatkan di media sosial!

Waspada Hoaks Kesehatan di Media Sosial! Ini 5 Cara Memilah Informasi yang Benar
Ilustrasi informasi tip kesehatan

INILAHKORAN.ID - Informasi kesehatan yang salah kini semakin marak dan mudah menyebar di media sosial. 

Sumbernya pun makin bervariasi, mulai dari influencer gaya hidup hingga akun kecerdasan buatan (AI) yang dirancang menyerupai sosok dokter profesional.

Meski terlihat meyakinkan, penampilan profesional maupun tingginya jumlah pengikut (followers) bukanlah jaminan bahwa klaim medis yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Mengapa Informasi kesehatan Palsu Terlihat Sangat Meyakinkan?

Dilansari dari The Conversation, Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat cenderung lebih mudah mempercayai informasi yang disampaikan oleh sosok yang dianggap dekat atau memiliki tampilan otoritas, seperti dari influencer atau akun AI. 

Padahal, pengalaman pribadi satu orang tidak bisa dijadikan bukti ilmiah bahwa suatu metode pengobatan pasti berhasil untuk orang lain. 

Kesembuhan seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti proses pemulihan alami tubuh, pengobatan medis lain yang sedang dijalani, hingga kondisi biologis masing-masing individu.

Selain itu, faktor psikologis seperti rasa takut, harapan sembuh yang tinggi, serta kedekatan dengan komunitas tertentu kerap membuat seseorang menurunkan kewaspadaannya saat menerima informasi kesehatan.

5 Cara Hindari Informasi kesehatan Menyesatkan di Media Sosial

Para peneliti merekomendasikan lima langkah sederhana yang dapat diterapkan sebelum Anda mempercayai atau membagikan konten kesehatan dari internet:

1. Periksa Latar Belakang Pembuat Konten

Cari tahu siapa yang menyampaikan informasi tersebut. Pastikan identitas, kualifikasi pendidikan, serta keahlian medisnya dapat diverifikasi secara jelas.

2. Kroscek dengan Lembaga kesehatan Terpercaya

Periksa apakah klaim tersebut juga didukung oleh organisasi medis resmi, kementerian kesehatan, atau jurnal ilmiah bereputasi.

3. Waspadai Kepentingan Komersial (Promosi Merek)

Perhatikan apakah pembuat konten memiliki agenda menjual produk, vitamin, suplemen, atau layanan terapi tertentu di balik informasinya.

4. Waspada Klaim yang Berlebihan (Overclaim)

Hindari mempercayai klaim instan yang menjanjikan "hasil cepat", "100% tanpa efek samping", atau "cocok untuk menyembuhkan semua jenis penyakit".

5. Jangan Hentikan Pengobatan Dokter Tanpa Konsultasi

Jangan pernah menghentikan atau mengubah dosis obat resep dari dokter hanya karena mengikuti saran di media sosial tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan tenaga medis.


Editor : Ahmad Sayuti