Widianingsih Tewas Tertimbun TPT saat Hendak ke Warung
Hujan deras membuat Tembok Penahan Tanah (TPT) ambruk menimpa perempuan Widianingsih (24) di Kampung Muara, RT 02/RW 15, Kelurahan Pasir Jaya, Kota Bogor
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Hujan deras membuat Tembok Penahan Tanah (TPT) ambruk menimpa perempuan Widianingsih (24) di Kampung Muara, RT 02/RW 15, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat pada Minggu (03/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Korban tertimbun segera di evakuasi warga namun kondisinya sudah meninggal saat dibawa ke RS UMMI.
Kepala Pelaksanaan (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko PS memaparkan, wilayah Kota Bogor dimulai sore hari sekira pukul 16.30 WIB diguyur dengan hujan yang cukup lebat. Dan ada beberapa laporan kejadian yang masuk ke Pusdalops BPBD, salah satunya ini di daerah Kampung Muara RT 02/RW 15, Kelurahan Pasir Jaya.
"Dilaporkan terjadi bencana tanah longsor yang mengakibatkan satu korban jiwa meninggal dunia. Adapun kronologinya berdasarkan informasi yang diperoleh, almarhumah saat itu sedang melintas ingin menuju ke warung. Walaupun kondisi hujan saat itu sudah mulai mereda, namun qadarullah, TPT dengan saluran air setinggi sekitar 1 meter ini ambrol dan mengakibatkan almarhumah sempat tertimbun," ungkap Dimas kepada wartawan di lokasi kejadian.
Dimas memaparkan, korban kemudian dilakukan evakuasi oleh warga setempat, segera dilakukan pertolongan dan diarahkan ke RS UMMI. Setelah dilakukan pengecekan dan penanganan di RS UMMI, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
"Sementara ini informasi yang didapat, ketika posisi dievakuasi memang belum ada yang mengetahui kondisi vitalnya seperti apa. Tapi yang pasti, dari perjalanan posisi evakuasi sampai dengan perjalanan ke rumah sakit posisi akhir di rumah sakit dinyatakan memang sudah meninggal dunia," paparnya.
"Ya, mungkin kalau kita lihat, penyebabnya curah hujan yang cukup tinggi. Ketika curah hujan tinggi, artinya kondisi tanah menjadi cukup labil," tambah Dimas.
Dimas menjelaskan, tim gabungan sekarang sedang melakukan pembersihan material.
"Kalau dilihat memang ketinggian TPT sekitar 1 meter, namun dampaknya, selain puing dari TPT itu, tanah yang ditahan oleh TPT ini juga ikut tergerus dan menimbun korban," jelasnya.
Sementara itu, saksi mata, Zainudin mengatakan, saat kejadian dirinya baru pulang ke rumah, tidak lama ada suara tembok ambruk dan suara orang terhimpit.
"Setelah mendengar suara ambruk saya keluar rumah dan melihat TPT ambruk.. Kemudian terlihat payung dan sendal korban. Ketika saya mau mengangkat material TPT, saya tidak sanggup dan meminta pertolongan ke warga," ungkap Zainudin.
Zainudin memaparkan, setelah diangkat puing-puing, korban bisa terlihat dan segera dievakuasi.
"Posisinya saat dievakuasi sudah tidak bergerak. Kemudian dibawa ke RS UMMI dan dinyatakan sudah meninggal," pungkasnya. ***
Editor : JakaPermana

