WiFi Publik Segera Diaktifkan Kembali, Akan Dimanfaatkan Untuk PJJ, UMKM dan Vaksinasi
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta WiFi publik segera diaktifkan untuk belajar daring dan percepatan vaksinasi di wilayah. Nantinya WiFi publik akan beroperasi selama lima bulan dimulai Agustus 2021 hingga Desember 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta wifi publik segera diaktifkan untuk belajar daring dan percepatan vaksinasi di wilayah. Nantinya wifi publik akan beroperasi selama lima bulan dimulai Agustus 2021 hingga Desember 2021.
"Ya, untuk wifi publik sudah dianggarkan, kemarin saya minta dipercepat karena perlu bantuan juga untuk vaksinasi. Karena vaksinaisi wilayah dan lain-lain itu perlu sambungan koneksi wifi juga," ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto pada Kamis (29/7/2021).
Bima melanjutkan, untuk anggarannya dirinya belum mengecek kembali dan diperkirakan tidak juah berbeda dengan tahun sebelumnya.
"Saya belum cek lagi, nggak jauh beda lah kira kira dengan tahun lalu," tambahannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi mengatakan, saat ini wifi publik gratis memang tidak bisa diakses pelajar untuk mengikuti proses belajar mengajar secara daring. Pemkot Bogor saat ini meniadakan program wifi gratis.
"Udah tidak ada dan itu anggarannya bukan di Disdik tapi di kecamatan. Anggaran tahun 2020," ungkap Hanafi kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan, program wifi publik gratis untuk para pelajar sudah tidak ada, namun Diskominfo akan mengusulkan kelanjutan pemanfaatan wifi publik, untuk pjj siswa di Kota Bogor. Usulan pengadaan wifi publik tersebut diajukan untuk Agustus hingga Desember 2021.
"wifi publik yang diajukan tahun ini tak hanya digunakan untuk pjj. Melainkan bisa digunakan untuk pelaku UMKM dan ekonomi kreatif," tuturnya.
Rahmat melanjutkan, diharapkan, wifi publik tersebut nantinya bisa digunakan oleh pelaku usaha yang melakukan penjualan secara online.
"Saat ini sedang proses pengusulan di pergeseran anggaran. wifi publik itu utamanya untuk pjj, tapi warga juga bisa menggunakan untuk UMKM dan ekonomi kreatif lainnya," terang Rahmat.
Rahmat juga mengatakan, wifi publik yang masih dalam proses usulan tersebut jika disetujui akan mulai beroperasi selama lima bulan, yakni pada Agustus hingga Desember 2021. Namun, hingga saat ini pihaknya masih membuat detail mengenai anggaran yang akan diajukan.
"Diperkirakan, anggaran yang akan diajukan lebih besar dibandingkan dengan besaran anggaran wifi publik pada 2020. Yakni sebesar Rp 2.072.000.000,00 untuk penggunaan wifi publik di 797 RW selama empat bulan, sejak September hingga Desember 2020," pungkasnya. (rizki mauludi)
Editor : JakaPermana


